Blog Berisi Syariat agama Islam ,kajian Islam,Sholat,Puasa,Zakat,Qurban Sejarah Nabi,Tafsir Ibnu Katsir,Al Hadist,Berita, dan Lowongan Kerja.

- Hukum Memakan Katak Menurut 4 Mazhab

.                                             Hukum Makan Katak


Ulama berbeda pendapat dalam menyikapi hukum mengkonsumsi katak. Ada pendapat yang melarang mengkonsumsi dan ada pendapat yang membolehkannya.
1.      Pendapat yang melarang
Adapun ulama yang melarang untuk mengkonsumsi katak adalah Hanafiyyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah. 
     1. Abdullah bin Abdur Rahman ad-Dimasyqi al-Utsmani asy-Syafi’i dalam kitabnya Rahmah al-Ummah fii Ikhtilaf al-Aimmah menerangkan perkataan ulama mengenai larangan mengkonsumsi katak: 
     2.  Abu Hanifah mengatakan: “Tidak boleh memakan binatang laut kecuali ikan dan dari jenis binatang laut secara khusus.”
     3. Imam Ahmad mengatakan: “Boleh memakan binatang laut kecuali buaya dan katak. Diharuskan untuk menyembelihnya kecuali ikan seperti babi laut, anjing laut, dan binatang yang jinak.”
     4.  Sebagian ulama Syafi’iyyah berpendapat, “Binatang laut tidak boleh dimakan kecuali ikan. Dan sebagiannya yang lain berkata: Larangan untuk memakan anjing laut, babi laut, ikan-ikan besar, tikus, kalajengking dan yang menyamai binatang darat.
Didalam kitab yang lain, ulama Hanafiyyah dan Malikiyyah berpendapat, “Hewan yang bisa hidup di darat dan di laut haram dimakan karena termasuk khabits. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam melarang membunuh katak, jika katak itu halal Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tidak akan melarang untuk membunuhnya”.
Ulama Syafi’iyyah berpendapat, “Semua bangkai yang berada di air adalah halal kecuali katak”.
Ulama Hanabilah berpendapat, “Setiap hewan yang bisa hidup di darat dan di air tidak halal jika tanpa disembelih, seperti katak tidak boleh dimakan karena Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam melarang untuk membunuhnya.
Disebutkan dalam buku Mausu’ah al-Fiqh al-Islamiy wa al-Qadaya al-Mu’ashirati, pendapat jumhur ulama selain Malikiyah adalah memakan katak hukumnya haram. Sebagaimana dalam hadist dilarangnya membunuh katak.
Hujjah yang mereka ambil adalah dari hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam berikut ini,
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ: أَنَّ طَبِيْبًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ضِفْدَعٍ يَجْعَلُهَا فِى دَوَاءٍ فَنَهَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِهَا
Diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Utsman al-Quraisy: “Bahwasanya seorang dokter bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tentang katak yang dipergunakan dalam campuran obat, maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam melarang membunuhnya.” (HR. Abu Dawud)
Semakna dengan hadits di atas seperti perkataan Abdullah bin ‘Amru dan Anas bin Malik.
عَن عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرُوْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: لاَ تَقْتُلُوْا الضَّفَادِعَ قَإِنَّ نَقِيْقَهَا تَسْبِيْحٌ
Dari Abdullah bin ‘Amru Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, “Janganlah kalian membunuh katak karena sesungguhnya bunyi suara mereka adalah tasbih”. ( Dikeluarkan oleh Baihaqi)
Perkataan lain:
عَنْ أَنَسٍ قَالَ: لاَ تَقْتُلُوْا الضَّفَادِعَ فَإِنَّهَا مَرَّتْ عَلَى نَارِ إِبْرَاهِيْمَ، فَجَعَلَتْ فِيْ أَفْوَاهِهَا الْمَاءِ، وَ كَانَتْ تَرْشُهُ عَلَى النَّارِ
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, “Janganlah kalian membunuh katak karena dari mulutnya keluar air yang memancar ke arah api ketika Nabi Ibrahim dibakar.
Diikat juga dalam kaidah usul fiqih yang semakna dengan beberapa hujjah di atas. Yaitu:
الأَصْلُ فِى النَّهْيِ للِتَّحْرِيْمِ
“Hukum asalnya sebuah larangan menunjukkan keharaman”
2.      Pendapat yang membolehkan
Diantara pendapat ulama yang membolehkan mengkonsumsi katak adalah pendapat Malikiyyah.
      1. Imam Malik mengatakan: “Dibolehkan makan ikan dan selainnya seperti kepiting, katak, anjing laut, dan babi laut, akan tetapi babi laut itu menjijikkan. Dalam hal ini Imam Malik memberitahukan untuk selalu hati-hati.” 

      2. Ibnu Abdil Barr menyatakan dalam bukunya al-Kafi, “Bahwasanya menurut Mazhab Maliki membolehkan memakan daging ular apabila sudah disembelih, demikian pula daging kadal, landak dan katak. Boleh juga memakan daging kepiting, kura-kura, katak dan tidak masalah memakan ikan hasil buruan orang Majusi karena ikan tidak perlu disembelih.”
      3. Ulama Malikiyyah berpendapat, “Boleh hukumnya memakan daging katak, serangga, kepiting, dan kura-kura, karena tidak ada dalil yang mengharamkannya. Adapun pengharaman dengan khabits, haruslah ada dalil syar’i, bukan dengan pendapat manusia. Jadi, hewan-hewan yang dianggap khabits oleh manusia hukumnya tidak haram, selama tidak ada dalil yang mengharamkannya.”
Adapun hujjah yang mereka gunakan untuk membolehkan mengkonsumsi katak adalah berdasarkan keumuman dalil yang menyatakan bahwa katak termasuk hewan laut.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا
“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram.” (QS. Al-Maidah: 96)
Keumuman dalil di atas diperkuat dengan hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tentang lautan:
 هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ وَ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ
"Laut itu suci airnya dan halal bangkainya." (HR. an-Nasa’i, Ibnu Majah, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ahmad).
Ibnu al-‘Arabi berkata: “Peringatan untuk memakan hewan yang hidup di darat dan di air, karena terdapat dalil yang saling bertentangan antara kehalalan dan keharamannya, maka sebagai bentuk kehati-hatian hendaklah mengambil dalil yang haram.”

Wallahu A’lam bish Showab
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiket Pesawat Murah

Tiket Pesawat Murah
Klik Gambar Cari Tiket

TIKET KERETA API MURAH

TIKET KERETA API MURAH
Klik Gambar Untuk Cari Tiket

CARI HOTEL MURAH

CARI HOTEL MURAH
klik Gambar Untuk Cari Hotel

BUS TRAVEL

BUS TRAVEL
Klik Gambar Untuk Cari Bus Travel

Rent Car dan Penjeputan Bandara

Rent Car dan Penjeputan Bandara
Klik Gambar Untuk Mencari

PAKET UMROH

PAKET UMROH
Klik Gambar Umroh Untuk Info Detail

Popular Posts

Hot News

Hadist Tentang Ibadah Udhiyah

عن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال، قال رسول اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : من كان له سِعَةٌ ولم يُضَحِّ فلا يَشهدْ مصلَّانا ...

Recent Posts