Blog Berisi Syariat agama Islam ,kajian Islam,Sholat,Puasa,Zakat,Qurban Sejarah Nabi,Tafsir Ibnu Katsir,Al Hadist,Berita, dan Lowongan Kerja.

- HUKUM MENJUAL KULIT HEWAN KURBAN


Menurut madzhab Syafi'i menjual kulit qurban, hukumnya haram, dan jual belinya tidak sah. Namun bila penerimanya  adalah fakir miskin maka boleh dan jual belinya sah.

     Pendapat  yg sama adalah madzhab Maliki  Hanbali & Ibnu Mundzir Jadi, mayoritas ulama menyatakan haram, berdasarkan hadits nabi ;

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَّتِهِ فَلاَ أُضْحِيَّةَ لَهُ

 "Barang siapa menjual kulit qurban, maka tdk ada qurban baginya”(H.R Hakim : 3464).

*Hasil keputusan muktamar Nahdhatul Ulama ke 27 di Situbondo pada tanggal  8-12 Desember 1984 (Ahkamul fuqaha', muktamar, munas, dan konbes Nahdhatul Ulama, hal. 381).*

Fasal 353 pertanyaan : bagaimana hukumnya menjual kulit kurban yg hasilnya utk membangun mushalla, madrasah dan sebagainya? Jawabnya : Menjual kulit kurban tdk boleh kecuali mustahiqnya fakir/miskin. Sedangkan bagi mustahiq yg kaya, pendapat yg mu'tamad, tidak boleh.

Referensi  : 
                   1.Al-Mauhibah, jilid IV hal. 697.
                   2."Busyral Karim" hal. 127.
                   3."Fathul Wahhab" jilid IV hal. 296-299 dan   
                   4."Asnal Mathalib" jilid I, hal. 525

(وَلاَ يَجُوْزُ بَيْعُ شَيْءٍ) أَيْ أُضْحِيَّةِ التَّطَوُّعِ وَلَوْ جُلُوْدَهَا لِخَبَرِ : مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَّتِهِ فَلاَ أُضْحِيَّةَ لَهُ ( رواه الحاكم وصححه). (الموهبة 4-697)

Tidak boleh menjual bagian apapun dari binatang kurban walau hanya kulitnya, sesuai dg hadits :

وَلِلْفَقِيْرِ التَّصَرُّفُ فِى الْمَأْخُوْذِ وَلَوْ بِنَحْوِ بَيْعِ الْمُسْلِمِ لِمِلْكِهِ مَا يُعْطَاهُ بِخِلَافِ اْلغَنِيِّ الخ. (بغية المسترشديد : 258)

Bagi si fakir  mengambil bagian kurban,ia berhak mengelola sesukanya walau menjualnya. Beda jika yg mengambil dari kalangan orang kaya ....

 Dari kaca mata FIQIH, menjual daging kurban hukumnya haram. Karena itu panitia dilarang menjual bagian dari hewan kurban. Sayangnya, kita sering kali menyaksikan kulit, kepala, kaki dan bagian lainnya, diperjual-belikan oleh panitia.

Tujuannya untuk biaya proses penyembelihan, atau upah. larangan menjual bagian qurban bersifat mutlak, tidak berubah menjadi halal walau untuk kepentingan penyembelihan

*Adapun   yang membolehkan.* 

Ini pendapat Abu Tsaur pendapat ini  lemah karena bertentangan dg dhahir hadits.

Sebaiknya kulit tsb diberikan cuma2 kepada yg membutuhkan,fakir miskin/lemb sosial. Kalau yg menerima kulit mau menjual dibolehkan. Namun hasilnya tetap dimanfaatkan oleh orang yg menerima tadi dan bukan dimanfaatkan oleh shohibul qurban/panitia qurban



Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiket Pesawat Murah

Tiket Pesawat Murah
Klik Gambar Cari Tiket

TIKET KERETA API MURAH

TIKET KERETA API MURAH
Klik Gambar Untuk Cari Tiket

CARI HOTEL MURAH

CARI HOTEL MURAH
klik Gambar Untuk Cari Hotel

BUS TRAVEL

BUS TRAVEL
Klik Gambar Untuk Cari Bus Travel

Rent Car dan Penjeputan Bandara

Rent Car dan Penjeputan Bandara
Klik Gambar Untuk Mencari

PAKET UMROH

PAKET UMROH
Klik Gambar Umroh Untuk Info Detail

Popular Posts

Hot News

Hadist Tentang Ibadah Udhiyah

عن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال، قال رسول اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : من كان له سِعَةٌ ولم يُضَحِّ فلا يَشهدْ مصلَّانا ...

Recent Posts