Blog Berisi Syariat agama Islam ,kajian Islam,Sholat,Puasa,Zakat,Qurban Sejarah Nabi,Tafsir Ibnu Katsir,Al Hadist,Berita, dan Lowongan Kerja.

Hadist Tentang Keutamaan Pelaksana Amanat

وعن أَبي موسى الأشعري - رضي الله عنه - ، عن النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - ، أنَّه قَالَ : (( الخَازِنُ المُسْلِمُ الأمِينُ الَّذِي ينفذُ مَا أُمِرَ بِهِ فيُعْطيهِ كَامِلاً مُوَفَّراً طَيِّبَةً بِهِ نَفْسُهُ فَيَدْفَعُهُ إِلَى الَّذِي أُمِرَ لَهُ بِهِ ، أحَدُ المُتَصَدِّقين )) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

Dan dari Abi Musa Al-Asy’ariy –rad}iyallah ‘anhu- , dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam- , bahwasanya beliau bersabda: “Seorang Muslim yang menjadi penyimpan (bendaharawan) yang dapat dipercaya dimana ia melaksanakan apa yang diperintahkan dan memberi apa yang harus diberikannya dengan sempurna dan senang hati serta dia memberikannya kepada siapa yang diperintahkannya maka ia termasuk salah seorang yang bersedekah”. (Muttafaqun ‘Alaih) [3]

Baca Juga Adab dalam puasa 

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

1- Makna hadis ini adalah bahwasanya orang yang ikut andil dalam melakukan (merealisakan) ketaatan (contohnya: orang yang menampung dan menyalurkan infak/sedekah – pen) akan mendapat pahala sebagaimana orang yang melakukan ketaatan memperoleh pahala. 
2- Hal ini bukan berarti orang yang melakukan ketaatan tadi terkurangi pahalanya, akan tetapi masing-masing mendapat bagian pahala berdasarkan amalan yang mereka usahakan dan tidak mesti kadar pahala tersebut sama persis.
3-  Artinya si pemberi sedekah mendapatkan pahala berdasarkan harta yang telah dia infakkan dan orang yang menyalurkan sedekah disertai amanahpun memperoleh pahala berdasarkan usahanya tanpa mengurangi pahala si pemberi sedekah sedikitpun.
4- Imam Nawawi, dalam kitabnya, Syarah Sahih Muslim, jilid 2, hal 202, mengatakan: “Ketahuilah bahwa seorang amil (penyalur sedekah) atau bendahara dalam pelaksanaan tugasnya harus mendapatkan izin dari pemilik harta terlebih dahulu, jika tidak, bukannya yang akan dia peroleh, malah dia akan menuai dosa.”
5- Ibnu Hajar berkata (dalam Fathul Bari, 3/203): “Bendahara yang dimaksud harus memenuhi kriteria berikut: Pertama, Muslim, seorang kafir tidak termasuk dalamnya, karena niatnya bukan karena Allah. Kedua,  jujur, maka seorang pengkhianat tidak termasuk dalam kategori ini, karena dia adalah orang yang berdosa. Ketiga, ikhlas karena Allah, karena tanpa keikhlasan usahanya akan sia-sia.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Allah Swt. memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk saling menolong dalam berbuat kebaikan —yaitu kebajikan— dan meninggalkan hal-hal yang mungkar: hal ini dinamakan ketakwaan. Allah Swt. melarang mereka bantu-membantu dalam kebatilan serta tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan hal-hal yang diharamkan.

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Dan  Tolong- menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (Al-Maidah: 2)

2- Kewajiban menunaikan amanah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-(Nya) dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepada kalian, sedangkan kalian mengetahui. Al-Anfal :27
Share:

Adab Dalam Puasa


Dianjurkan bagi orang yang berpuasa untuk memperhatikan beberapa adab berikut ini:

a. Makan Sahur

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً.

“Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.“[Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari IV/139, no. 1923), Shahiih Muslim (II/770, no. 1095), Sunan at-Tirmidzi (II/106, no. 703), Sunan an-Nasa-i (IV/141), Sunan Ibni Majah (I/540, no. 1692). ]
Baca Juga Hal Hal yang diperbolehkan dalam puasa 


Dan telah terhitung makan sahur walaupun hanya dengan seteguk air, berdasarkan hadits ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


تَسَحَّرُوا وَلَوْ بِجُرْعَةِ مَاءٍ.

“Makan sahurlah kalian meski hanya dengan seteguk air.” [Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 2945)], Shahiih Ibni Hibban (no. 223, 884).]

Disunnahkan untuk mengakhirkan makan sahur, sebagaimana yang diriwayatkan dari Anas, dari Zaid bin Tsabit, dia berkata, “Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, setelah itu beliau langsung berangkat shalat. Aku bertanya, ‘Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?’ Dia menjawab, ‘Kira-kira sama seperti bacaan 50 ayat.’” [Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari IV/138, no. 1921), Shahiih Muslim (II/771, no. 1097), Sunan at-Tirmidzi (II/104, no. 699), Sunan an-Nasa-i (IV/143), Sunan Ibni Majah (I/540, no. 1694).]

Jika adzan telah terdengar dan makanan atau minuman masih di tangannya, maka boleh ia memakan atau meminumnya, berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمُ النِّدَاءَ وَاْلإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلاَ يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ.
“Barangsiapa di antara kalian yang mendengar adzan (Shubuh) dan bejana (makanan) masih di tangannya, maka janganlah ia menaruhnya sebelum ia menyelesaikan makannya.” [Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 607)], Sunan Abi Dawud (VI/475, no. 2333), Mustadrak al-Hakim (I/426). ]

b. Menahan diri dari pembicaraan yang tidak bermanfaat dan kata-kata kotor, atau yang semisal dengannya dari hal-hal yang bertentangan dengan tujuan puasa

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا كَانَ يَوْمَ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ وَلاَ يَجْهَلْ, فَإِذَا شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَليَقُلْ إِنِّيْ صَائِمٌ.
“Jika pada hari salah seorang diantara kalian berpuasa, maka janganlah ia mengucapkan kata-kata kotor, membuat kegaduhan dan tidak juga melakukan perbuatan orang-orang bodoh. Dan jika ada orang yang mencacinya atau menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’” [Penggalan dari hadits: “Setiap amal anak Adam adalah untuknya sendiri…” dan telah berlalu takhrijnya.]

Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلِيْسَ ِللهِ حَاجَةٌ فِيِ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ.
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengerjakannya, maka Allah tidak memerlukan orang itu untuk meninggalkan makanan dan minumannya (puasanya).” [Shahih: [Mukhtashar Shahiih al-Bukhari (no. 921)], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/116, no. 1903), Sunan Abi Dawud (VI/488, no. 2345), Sunan at-Tirmidzi (II/105, no. 702).]

c. Sifat dermawan dan memperbanyak bacaan al-Qur-an

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata, “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling pemurah dalam kebaikan dan beliau akan lebih dermawan (dari hari-hari biasanya) pada bulan Ramadhan, ketika Jibril datang menemuinya dan adalah Jibril selalu datang menemuinya setiap malam dari malam-malam bulan Ramadhan, hingga Ramadhan selesai, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan al-Qur-an kepada Jibril. Dan di saat ia bertemu Jibril beliau lebih pemurah (lembut) dari angin yang berhembus dengan lembut.” [Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari I/30, no. 6), Shahiih Muslim (IV/1803, no. 2308).]
d. Menyegerakan berbuka (ta’-jil)

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَزَالُ النّاَسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ.
“Umat manusia akan tetap baik selama mereka menyegerakan berbuka puasa.”[Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari IV/198, no. 1957), Shahiih Muslim (II/771, no. 1098), Sunan at-Tirmidzi (II/103, no. 695). ]

e. Berbuka puasa dengan apa yang mudah didapatkan baginya dari hal-hal yang tersebut dalam hadits berikut

Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Nabi biasa berbuka dengan ruthab (kurma segar) sebelum mengerjakan shalat. Jika beliau tidak mendapatkan ruthab, maka beliau berbuka dengan beberapa buah tamr (kurma masak yang sudah lama dipetik) dan jika tidak mendapatkan tamr, maka beliau meminum air.” [Hasan shahih: [Shahih Sunan Abi Dawud (no. 2065)], Sunan Abi Dawud (VI/ 481, no. 2339), Sunan at-Tirmidzi (II/102, no. 692).]
f. Berdo’a ketika berbuka puasa dengan do’a yang terdapat dalam hadits berikut ini

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma, dia berkata, “Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika berbuka puasa selalu membaca:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ.
“Telah hilang rasa haus dan telah basah urat-urat, serta telah ditetapkan pahala, insya Allah.” [Hasan: [Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 2066)], Sunan Abi Dawud (VI/482, no. 2340).]
Share:

Hal Hal Yang Diperbolehkan Dalam Puasa


a. Mandi untuk mendinginkan badan


Diriwayatkan dari Abu Bakar bin ‘Abdirrahman, dari sebagian Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Aku telah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di al-‘Arj (nama sebuah desa yang berjarak beberapa hari perjalanan dari Madinah) sedang menyirami kepalanya dengan air, sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa, karena haus atau panas yang menyengat.”[Shahih: [Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 2072)], Sunan Abi Dawud (VI/492, no. 2348).] 




b. Berkumur dan memasukkan air ke hidung dengan tidak berlebih-lebihan


Dari Laqith bin Shabrah Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

وَبَالِغْ فِي اْلاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ صَائِمًا.
“Dan lakukanlah istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung) dengan sangat kecuali jika engkau dalam keadaan puasa.” [Telah berlalu takhrijnya pada kitab Thaharah.]
Baca Juga Doa doa dihari bulan ramadhan 

c. Hijamah (berbekam)


Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata, “Bahwa Nabi pernah berbekam sedang beliau dalam keadaan berpuasa.” [Shahih: [Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 2079)], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/174, no. 1939), Sunan Abi Dawud (VI/498, no. 2355), Sunan at-Tirmidzi (II/137, no. 772), dengan tambahan: “… Dan ia dalam keadaan ihram.”] 

Akan tetapi berbekam dimakruhkan jika ia khawatir menyebabkan badan menjadi lemah. Diriwayatkan dari Tsabit al-Banani, dia berkata, Anas bin Malik pernah ditanya, “Apakah kalian membenci berbekam bagi orang yang berpuasa?” Dia menjawab, “Tidak, kecuali jika menyebabkan badan menjadi lemah.” [Shahih: [Mukhtashar Shahiih al-Bukhari (no. 947)], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari IV/174, no. 1940). Dan termasuk dalam hukum hijamah ini, donor darah, jika orang yang mendonorkan darahnya khawatir akan dirinya, maka dia tidak boleh melakukannya di siang hari kecuali jika terpaksa.] 




d. Bercumbu dan berciuman bagi mereka yang mampu menahan dirinya




Telah diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, bahwa ia pernah bercerita, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencium dan bercumbu yang saat itu beliau tengah berpuasa, hanya saja beliau adalah orang paling kuat menahan hawa nafsunya di antara kalian.” [Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari IV/149, no. 1927), Shahiih Muslim (II/777, no. 1106 (25)), Sunan Abi Dawud (VII/9, no. 2365), Sunan at-Tirmidzi (II/116, no. 725).]


e. Bangun setelah waktu Shubuh tiba dalam keadaan junub

Berdasarkan apa yang diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma dan Ummu Salamah, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendapati fajar telah terbit sedang beliau dalam keadaan junub karena bercampur dengan isterinya, kemudian beliau mandi dan berpuasa.[Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari IV/143, no. 1926), Shahiih Muslim (IV/779, no. 1109), Sunan Abu Dawud (VII/14, no. 2371), Sunan at-Tirmidzi (II/139, no. 776).]
f. Melanjutkan puasa hingga waktu sahur

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, bahwasanya dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

لاَ تُوَاصِلُوا, فَأَيُّكُمْ أَرَادَ أَنْ يُوَاصِلَ فَلْيُوَاصِلْ حَتَّى السَّحَرَ, قَالُوْا: فَإِنَّكَ تُوَاصِلُ يَارَسُوْلَ اللهِ, قَالَ: لَسْتُ كَهَيْئَتِكُمْ, إِنِّى أُبِيْتُ لِي مُطْعِمٌ يُطْعِمُنِي وَسَاقٍ يُسْقِيْنِيْ.
“Janganlah kalian menyambung puasa dan barangsiapa di antara kalian ingin melakukannya, maka hendaklah ia menyambung puasanya hingga waktu sahur.” Para Sahabat bertanya, “Bukankah engkau juga menyambung puasa wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Beliau menjawab, “Keadaanku tidak seperti kalian, sesungguhnya Allah telah menyiapkan aku penjaga yang akan memberiku makan dan minum.” [Shahih: [Shahiih Sunan Abi Dawud no. 269], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari IV/208, no. 1967), Sunan Abu Dawud (VI/487, no. 2344).]

g. Bersiwak, memakai wangi-wangian, minyak rambut, celak mata, obat tetes mata dan suntikan.

Dasar dibolehkannya semua ini adalah hukum asalnya yang terlepas dari larangan (al-Bara’ah al-Ashliyah), jika hal tersebut diharamkan bagi orang yang berpuasa niscaya Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjelaskannya. 
وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا
“Dan tidaklah Rabb-mu lupa” [Maryam: 64]
Share:

Doa Doa Dihari Bulan Ramadhan



 Doa Hari Ke- 1
    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ وَ قِيَامِيْ فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ وَ نَبَّهْنِيْ فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ  وَ هَبْ لِيْ جُرْمِيْ فِيْهِ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَ اعْفُ عَنِّيْ يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ
    Yaa Allah....Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku dari tidurnya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosa-dosaku...Wahai Tuhan sekalian alam..Ampunilah aku....Wahai Pengampun para pembuat dosa.

Doa Hari Ke- 2

    اَللَّهُمَّ قَرِّبْنِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَ نَقِمَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِقِرَائَةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Yaa Allah! Dekatkanlah aku kepada keridhoan-Mu dan jauhkanlah aku dari kemurkaan serta alasan-Mu. Berilah aku kemampuan membaca ayat-ayat-Mu dengan Rahmat-Mu. Wahai Yang Maha Pengasih dari semua Pengasih.


Baca Juga Hadist tentang keagungan suami 



Doa Hari Ke- 3

    اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ الذِّهْنَ وَ التَّنْبِيْهَ وَ بَاعِدْنِيْ فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَ التَّمْوِيْهِ وَ اجْعَلْ لِيْ نَصِيْبًا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ بِجُوْدِكَ يَا أَجْوَدَ الْأَجْوَدِيْنَ

Yaa Allah! Berikanlah aku rizki akal dan kewaspadaan, dan jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang Kau turunkan, demi kemurahan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Dermawan dari semua dermawan.
 
Doa Hari Ke- 4

    اَللَّهُمَّ قَوِّنِيْ فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِيْ فِيْهِ حَلاَوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِيْ فِيْهِ لِأَدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ وَ احْفَظْنِيْ فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ

    Yaa Allah! Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-Mu, dan berikanlah aku manisnya berdzikir mengingat-Mu, Berilah aku kekuatan untuk menunaikan bersyukur kepada-Mu, dengan kemuliaan-Mu, dan jagalah aku dengan penjagaan-Mu dan Perlindungan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Melihat.

Doa Hari Ke- 5

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Yaa Allah! Jadikanlah aku diantara orang-orang yang memohon ampunan, dan jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang sholeh dan setia serta jadikanlah aku diantara Auliya'-Mu yang dekat disisi-Mu, dengan kelembutan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Doa Hari Ke- 6

    اَللَّهُمَّ لاَ تَخْذُلْنِيْ فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ وَ لاَ تَضْرِبْنِيْ بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ وَ زَحْزِحْنِيْ فِيْهِ مِنْ مُوْجِبَاتِ سَخَطِكَ بِمَنِّكَ وَ أَيَادِيْكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ

Yaa Allah! Janganlah Engkau hinakan aku karena perbuatan maksiat terhadap-Mu, dan janganlah Engkau pukul aku dengan cambuk balasan-Mu. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemurkaan-Mu, dengan anugrah dan bantuan-Mu. Wahai puncak keinginan orang-orang yang berkeinginan.

Doa Hari Ke- 7

    اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَ آثَامِهِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ
    Yaa Allah! Bantulah aku untuk melaksanakan puasanya, dan ibadah malamnya. Jauhkanlah aku dari kelalaian dan dosa-dosanya. Dan berilah aku dzikir berupa dzikir mengingat-Mu secara terus-menerus. dengan taufiq-Mu. Wahai Pemberi Petunjuk orang-orang yang sesat.

Doa Hari Ke- 8

    اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ رَحْمَةَ الأَيْتَامِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلاَمِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الآمِلِيْنَ
    Yaa Allah! Berilah aku rizki berupa kasih sayang terhadap anak-anak yatim dan pemberian makan, serta penyebaran salam, dan pergaulan orang-orang yang mulia, dengan kemuliaan-Mu, Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharap.
Doa Hari Ke- 9

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ نَصِيْبًا مِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ وَ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِبَرَاهِيْنِكَ السَّاطِعَةِ وَ خُذْ بِنَاصِيَتِيْ إِلَى مَرْضَاتِكَ الْجَامِعَةِ بِمَحَبَّتِكَ يَا أَمَلَ الْمُشْتَاقِيْنَ
    Yaa Allah! Sediakanlah untukku sebagian dari ramat-Mu yang luas, dan berikanlah aku petunjuk kepada ajaran-ajaran-Mu yang terang, dan bimbinglah aku menuju kepada kerelaan-Mu yang penuh dengan kecintaan-Mu, Wahai harapan orang-orang yang rindu.
    

Doa Hari Ke- 10

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ عَلَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانِكَ يَا غَايَةَ الطَّالِبِيْنَ
    Yaa Allah! Jadikanlah aku diantara orang-orang yang bertawakkal kepada-Mu, dan jadikanlah aku diantara orang-orang yang menang disisi-Mu, dan jadikanlah aku diantara orang-orang yang dekat kepada-Mu dengan ihsan-Mu, Wahai Tujuan orang-orang yang memohon.
    

Doa Hari Ke- 11

    اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ فِيْهِ الْإِحْسَانَ وَ كَرَّهْ إِلَيَّ فِيْهِ الْفُسُوْقَ وَ الْعِصْيَانَ وَ حَرَّمْ عَلَيَّ فِيْهِ السَّخَطَ وَ النِّيْرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ
    Yaa Allah! Tanamkanlah dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah dalam diriku terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Jauhkanlah diriku dari kemurkaan-Mu dan api neraka dengan pertolongan-Mu, Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan.
   

Doa Hari Ke- 12
    اَللَّهُمَّ زَيِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَ احْمِلْنِيْ فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَالإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ

    Yaa Allah! Hiasilah diriku dengan penutup dan kesucian, tutupilah diriku dengan pakaian qana'ah dan kerelaan. Tempatkanlah aku diatas jalan keadilan dan sikap tulus. Amankanlah diriku dari setiap yang aku takuti dengan penjagaan-Mu. Wahai Penjaga orang-orang yang takut.
   

Doa Hari Ke- 13

    اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْذَارِ وَ صَبِّرْنِيْ فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلتُّقَى وَ صُحْبَةِ الأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِيْنِ
    Yaa Allah! Sucikanlah diriku dari kekotoran dan kejelekan. Berikanlah kesabaran kepadaku untuk menerima segala ketentuan. Dan berilah kepadaku memampuan untuk bertaqwa, dan bergaul dengan orang-orang yang baik dengan bantuan-Mu. Wahai dambaan orang-orang yang miskin.
   

Doa Hari Ke- 14

    اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ

    Yaa Allah! Jangalah Engkau hukum aku, karena kekeliruan yang aku lakukan, dan ampunilah aku dari kesalahan-kesalahan dan kebodohanku. Janganlah Engkau jadikan diriku sebagai sasaran bala' dan malapetaka dengan kemuliaan-Mu. Wahai Kemuliaan kaum muslimin.
    

Doa Hari Ke- 15

    اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِيْنَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِيْ بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِيْنَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ
    Yaa Allah! Berikanlah aku rizki berupa ketaatan orang-orang yang khusyu' dan lapangkanlah dadaku dengan taubatnya orang-orang yang menyesal, dengan keamanan-Mu, Wahai Keamanan untuk orang-orang yang takut.
    

Doa Hari Ke- 16

    اَللَّهُمَّ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ وَ آوِنِيْ فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى دَارِ الْقَرَارِ بِإِلَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ    Yaa Allah! Berilah aku kemampuan untuk hidup sebagaimana kehidupan orang-orang yang baik. Dan jauhkanlah aku dari kehidupan orang-orang yang jahat. Dan naungilah aku dengan rahmat-Mu hingga sampai kepada alam akhirat. Demi ketuhanan-Mu Wahai Tuhan seru sekalian alam.
    

Doa Hari Ke- 17

    اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِصَالِحِ الأَعْمَالِ وَ اقْضِ لِيْ فِيْهِ الْحَوَائِجَ وَ الآمَالَ يَا مَنْ لاَ يَحْتَاجُ إِلَى التَّفْسِيْرِ وَ السُّؤَالِ يَا عَالِمًا بِمَا فِيْ صُدُوْرِ الْعَالَمِيْنَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ

    Yaa Allah! Tunjukanlah aku kepada amal kebaikan dan penuhilah hajat serta cita-citaku. Wahai Yang Maha Mengetahui keperluan, tanpa pengungkapan permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui yang ada di dalam hati seluruh isi alam. Salam dan Sholawat atas Nabi Muhammad dan keluarganya yang suci.
   

Doa Hari Ke- 18

    اَللَّهُمَّ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِيْ بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِيْ إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ
    Yaa Allah! Sadarkanlah aku akan berkah-berkah yang terdapat di saat sahurnya. Dan sinarilah hatiku dengan terang benderangnya dan bimbinglah aku dan seluruh anggota tubuhku untuk dapat mengikuti ajaran-ajarannya. Demi cahaya-Mu Wahai Penerang hati para arifin.
 

Doa Hari Ke- 19

    اَللَّهُمَّ وَفِّرْ فِيْهِ حَظِّيْ مِنْ بَرَكَاتِهِ وَ سَهِّلْ سَبِيْلِيْ إِلَى خَيْرَاتِهِ وَ لاَ تَحْرِمْنِيْ قَبُوْلَ حَسَنَاتِهِ يَا هَادِيًا إِلَى الْحَقِّ الْمُبِيْنِ
    Yaa Allah! Penuhilah bagianku dengan berkah-berkahnya, dan mudahkanlah jalanku menuju kebaikan-kebaikannya. Janganlah Engkau jauhkan aku dari keterimaan kebaikan-kebaikannya, Wahai Pemberi petunjuk kepada kebenaran yang terang.
  

Doa Hari Ke- 20

    اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ الْجِنَانِ وَ أَغْلِقْ عَنِّيْ فِيْهِ أَبْوَابَ النِّيْرَانِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ يَا مُنْزِلَ السَّكِيْنَةِ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ
    Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu sorga dan tutupkanlah bagiku pintu-pintu neraka, dan berikanlah kemampuan padaku untuk membaca Al-Qur'an Wahai Penurun ketenangan di dalam hati orang-orang mu'min.
  

Doa Hari Ke- 21

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلاً وَ لاَ تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ عَلَيَّ سَبِيْلاً وَ اجْعَلِ الْجَنَّةَ لِيْ مَنْزِلاً وَ مَقِيْلاً يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبِيْنَ
    Yaa Allah! Berikanlah aku petunjuk menuju keridhoan-Mu. Dan janganlah Engkau beri jalan kepada syetan untuk menguasaiku. Jadikanlah sorga sebagai tempat tinggal dan peristirahatan, Wahai Pemenuh keperluan orang-orang yang meminta.
 

Doa Hari Ke- 22

    اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَ أَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَ أَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ.
    Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-Mu, turunkah berkah-berkah-Mu. Berikanlah kemampuan padaku kepada penyebab-penyebab keridhoan-Mu dan tempatkanlah aku di dalam sorga-Mu yang luas. Wahai Penjawab do'a orang-orang yang kesempitan.
  

Doa Hari Ke- 23

    اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ
    Yaa Allah! Sucikanlah aku dari dosa-dosa, dan bersihkanlah diriku dari segala aib. Tanamkanlah ketaqwaan di dalam hatiku. Wahai Penghapus kesalahan orang-orang yang berdosa.
 

Doa Hari Ke- 24

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْهِ مَا يُرْضِيْكَ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِمَّا يُؤْذِيْكَ وَ أَسْأَلُكَ التَّوْفِيْقَ فِيْهِ لأَنْ أُطِيْعَكَ وَ لاَ أَعْصِيَكَ يَا جَوَّادَ السَّائِلِيْن
    Yaa Allah! Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan keridhoan-Mu, dan aku berlindung dengan- Mu dari hal-hal yang mendatangkan kemarahan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu kemampuan untuk mentaati-Mu serta menghindari kemaksiatan terhadap-Mu, Wahai Pemberi Para Peminta.
 

Doa Hari Ke- 25

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مُحِبًّا لِأَوْلِيَائِكَ وَ مُعَادِيًا لأَعْدَائِكَ مُسْتَنّا بِسُنَّةِ خَاتَمِ أَنْبِيَائِكَ يَا عَاصِمَ قُلُوْبِ النَّبِيِّيْن
    Yaa Allah! Jadikanlah aku di antara orang-orang yang mencintai Auliya'-Mu dan memusuhi musuh-musuh-Mu. Jadikanlah aku pengikut sunnah-sunnah penutup Nabi-Mu. Wahai Penjaga hati para Nabi.
 

Doa Hari Ke- 26

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِيْ فِيْهِ مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبِيْ فِيْهِ مَغْفُوْرًا وَ عَمَلِيْ فِيْهِ مَقْبُوْلاً وَ عَيْبِيْ فِيْهِ مَسْتُوْرًا يَا أَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ
    Yaa Allah! Jadikanlah usahaku di dalam bulan Ramadhan sebagai usaha yang Engkau terima, dan dosa-dosaku diampuni, amal perbuatanku diterima, dan seluruh aibku ditutupi, Wahai Yang Maha Pendengar Dari Semua Yang Mendengar.
  

Doa Hari Ke- 27

    اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاذِيْرِيْ وَ حُطَّ عَنِّيَ الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ
    Yaa Allah! Rizkikanlah kepadaku keutamaan Lailatul Qadr, dan ubahlah perkara-perkaraku yang sulit menjadi mudah. Terimalah permintaan maafku, dan hapuskanlah dosa dan kesalahanku, Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang sholeh.
 

Doa Hari Ke- 28

    اَللَّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّيْ فِيْهِ مِنَ النَّوَافِلِ وَ أَكْرِمْنِيْ فِيْهِ بِإِحْضَارِ الْمَسَائِلِ وَ قَرِّبْ فِيْهِ وَسِيْلَتِيْ إِلَيْكَ مِنْ بَيْنِ الْوَسَائِلِ يَا مَنْ لاَ يَشْغَلُهُ إِلْحَاحُ الْمُلِحِّيْنَ
    Yaa Allah! Penuhkanlah hidupku di dalam bulan Ramadhan ini dengan amalan-amalan sunnah, dan muliakanlah aku dengan terkabulnya semua permintaan. Dekatkanlah diriku kepada-Mu, Wahai Yang Tidak Tersibukkan Oleh Permintaan Orang-Orang Yang Meminta.
   
Doa Hari Ke- 29

    اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ.
    Yaa Allah! Liputilah aku dengan rahmat-Mu dan berikanlah kepadaku Taufik dan Penjagaan-Mu. Sucikanlah hatiku dari noda-noda fitnah. Wahai Yang Maha Pengasih terhadap hamba-hamba-NYA yang Mu'min.
 
Doa Hari Ke- 30
    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ بِالشُّكْرِ وَ الْقَبُوْلِ عَلَى مَا تَرْضَاهُ وَ يَرْضَاهُ الرَّسُوْلُ مُحْكَمَةً فُرُوْعُهُ بِالأُصُوْلِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
‏.
    Yaa Allah! Jadikanlah puasaku disertai dengan syukur dan penerima ai atas jalan keridhoan-Mu dan keridhoan Rasul. Cabang-cabangya kokoh dan kuat berkat pokok-pokoknya. Demi kenabian Muhammad dan keluarganya yang suci, dan segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam
Share:

Kitab Puasa Imam Ibnu Majah


1. Keutamaan Berpuasa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ مَا شَاءَ اللَّهُ يَقُولُ اللَّهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ


Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Setiap amal (kebaikan) manusia akan dilipatgandakan, satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang sama hingga tujuh ratus kali lipat sesuai kehendak Allah. Allah berfirman, "Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, Aku lah yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwat dan makannya karena-Ku.' Bagi orang yang berpuasa di beri dua kegembiraan: kegembiraan saat berbuka puasa, dan kegembiraan saat berjumpa Tuhannya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada aroma wangi misik.''''Shahih: Shahih At-Targhib (968). Muslim.

فَقَالَ عُثْمَانُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنْ النَّارِ كَجُنَّةِ أَحَدِكُمْ مِنْ الْقِتَالِ


. Dari Utsman dia berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Puasa adalah perisai (pelindung) dari neraka, seperti perisai kalian di saat pertempuran." Shahih: Shahih At-Targhib (971).

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يُدْعَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَمَنْ كَانَ مِنْ الصَّائِمِينَ دَخَلَهُ وَمَنْ دَخَلَهُ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا


. Dari Sahl bin Sa'd, bahwa Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan, pada hari Kiamat akan diseru, 'Dimanakah orang-orang yang berpauasa?' Siapa yang termasuk orang berpuasa maka ia akan masuk darinya (Ar-rayyan), siapa yang memasukinya, tidak akan merasa haus selamanya." Shahih: Shahih At-Targhib (969). Muttafaq 'Alaih tanpa kata "haus".

2. Keutamaan Puasa Bulan Ramadhan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni baginya dari dosa-dosanya yang telah lalu." Shahih: Shahih At-Targhib (982), Al Irwa' (906). Muttafaq 'Alaih dengan ada tambahan pada matan-nya. (1343).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا كَانَتْ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَنَادَى مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلِكَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ


. Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Jika malam pertama bulan Ramadhan tiba, maka para syetan dan pemuka jin dibelenggu, pintu-pintu neraka dikunci, tidak akan dibuka satu pintu pun darinya, dan dibukalah semua pintu surga, tidak satu pintu pun yang ditutup darinya, lalu ada seseorang yang berseru, 'Wahai orang yang berharap kebaikan, menghadaplah, wahai yang menginginkan kejahatan, bertaubatlah,' dan Allah akan membebaskan orang-orang dari neraka, dan hal itu berlaku di setiap malam (Ramadhan)." Shahih: At-Ta'liq Ar-Raghib (2/68).

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلَّهِ عِنْدَ كُلِّ فِطْرٍ عُتَقَاءَ وَذَلِكَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ


Dari Jabir, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT pada setiap waktu berbuka (puasa) membebaskan (penghuni neraka) dan itu berlaku pada setiap hari." Hasan Shahih: At-Ta'liq Ar-Raghib (2/72), Shahih At-Targhib (991-992), Al-Taliq 'Ala Ibni Khuzaimah (1883).

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ دَخَلَ رَمَضَانُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلَا يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلَّا مَحْرُومٌ


Dari Anas bin Malik, dia berkata, "Ramadhan telah tiba. Rasulullah pun bersabda, "Sesungguhnya bulan ini telah hadir pada kalian, di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang darinya maka ia telah terhalang dari seluruh kebaikan, dan tidak ada orang yang dihalangi dari kebaikan kecuali orang yang telah terhalangi (merugi)" Hasan Shahih: At-Ta'liq Ar-Raghib (2/69), Shahih At-Targhib (989-980), Tamam Al Minah.

3. Puasa pada Hari Syak (yang Meragukan)

عَنْ صِلَةَ بْنِ زُفَرَ قَالَ كُنَّا عِنْدَ عَمَّارٍ فِي الْيَوْمِ الَّذِي يُشَكُّ فِيهِ فَأُتِيَ بِشَاةٍ فَتَنَحَّى بَعْضُ الْقَوْمِ فَقَالَ عَمَّارٌ مَنْ صَامَ هَذَا الْيَوْمَ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


Dari Shilah bin Zufar, dia berkata, "Kami bersama Ammar pada hari yang diragukan, lalu didatangkan daging kambing, sebagian kaum menghindarinya (tidak memakannya karena tetap puasa). Ammar berkata, "Siapa yang berpuasa pada hari ini, berarti ia telah mendurhakai Muhammad (Abu Qasim) SAW." Shahih: At-Ta'liq Ala Ibni Khuzaimah (1914), Al Irwa (961), Shahih Abi Daud (2022).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ تَعْجِيلِ صَوْمِ يَوْمٍ قَبْلَ الرُّؤْيَةِ


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah SAW melarang tergesa-gesa memulai puasa sebelum ru 'yah (menyaksikan hilal)." Shahih: Shahih Abi Daud (2015).

4. Puasa pada Hari Syak (yang Meragukan)
عَنْ صِلَةَ بْنِ زُفَرَ قَالَ كُنَّا عِنْدَ عَمَّارٍ فِي الْيَوْمِ الَّذِي يُشَكُّ فِيهِ فَأُتِيَ بِشَاةٍ فَتَنَحَّى بَعْضُ الْقَوْمِ فَقَالَ عَمَّارٌ مَنْ صَامَ هَذَا الْيَوْمَ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


. Dari Shilah bin Zufar, dia berkata, "Kami bersama Ammar pada hari yang diragukan, lalu didatangkan daging kambing, sebagian kaum menghindarinya (tidak memakannya karena tetap puasa). Ammar berkata, "Siapa yang berpuasa pada hari ini, berarti ia telah mendurhakai Muhammad (Abu Qasim) SAW." Shahih: At-Ta'liq Ala Ibni Khuzaimah (1914), Al Irwa (961), Shahih Abi Daud (2022).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ تَعْجِيلِ صَوْمِ يَوْمٍ قَبْلَ الرُّؤْيَةِ


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah SAW melarang tergesa-gesa memulai puasa sebelum ru 'yah (menyaksikan hilal)." Shahih: Shahih Abi Daud (2015).

5. Menyambung Puasa Sya'ban dengan Ramadhan

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصِلُ شَعْبَانَ بِرَمَضَانَ


. Dari Ummu Salamah, dia berkata, "Rasulullah SAW menyambung puasa Sya'ban dengan Ramadhan." Shahih: Shahih Abi Daud (2024), At-Ta'liq Ar-Raghib (2/80).

عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ الْغَازِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ عَنْ صِيَامِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ حَتَّى يَصِلَهُ بِرَمَضَانَ


. Dari Rabi'ah bin Al Ghaz, bahwasanya ia bertanya kepada Aisyah tentang puasa Rasulullah SAW, ia menjawab, "Rasulullah SAW senantiasa berpuasa Sya'ban seluruhnya hingga menyambung dengan Ramadhan." Hasan Shahih: Shahih Abi Daud (2101).

6. Larangan Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa Kecuali Orang yang Senatiasa Berpuasa, kemudian Menyambung dengan Ramadhan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقَدَّمُوا صِيَامَ رَمَضَانَ بِيَوْمٍ وَلَا بِيَوْمَيْنِ إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَيَصُومُهُ


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian mendahuli Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari (sebelumnya), kecuali seseorang yang tengah menjalankan puasa tertentu, kemudian ia berpuasa pada hari itu." Shahih: Ar-Raudh An-Nadhir (643), Ash-Shahihah (2398), Shahih Abi Daud (2023). Muttafaq 'Alaih.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ النِّصْفُ مِنْ شَعْبَانَ فَلَا صَوْمَ حَتَّى يَجِيءَ رَمَضَانُ


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika masuk waktu pertengahan bulan Sya'ban, maka tidak ada puasa lagi hingga tiba bulan Ramadhan." Shahih: Al Misykah (1974), Ar-Raudh (643), Shahih Abi Daud (2025).

7. Bersaksi Melihat Hilal

عَنْ أَبِي عُمَيْرِ بْنِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُمُومَتِي مِنْ الْأَنْصَارِ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا أُغْمِيَ عَلَيْنَا هِلَالُ شَوَّالٍ فَأَصْبَحْنَا صِيَامًا فَجَاءَ رَكْبٌ مِنْ آخِرِ النَّهَارِ فَشَهِدُوا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُمْ رَأَوْا الْهِلَالَ بِالْأَمْسِ فَأَمَرَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُفْطِرُوا وَأَنْ يَخْرُجُوا إِلَى عِيدِهِمْ مِنْ الْغَدِ


. Dari Umair bin Anas bin Malik, dia berkata, "Bibi-bibiku dari kaum Anshar dari kalangan sahabat Nabi SAW berkata, Hilal bulan Syawal terhalang oleh awan, kami pun tetap puasa, lalu datang sekelompok orang berkendara di penghujung siang, mereka bersaksi pada Nabi SAW bahwa mereka telah melihat hilal kemarin, lalu Rasulullah SAW memerintahkan (orang-orang) agar berbuka puasa, dan mememrintahkan agar shalat id keesokan harinya." Shahih: Al Irwa' (634), Shahih Abi Daud (1050).

8. Berpuasa dan Berbuka karena Melihat Hilal

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَيْتُمْ الْهِلَالَ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ قَالَ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَصُومُ قَبْلَ الْهِلَالِ بِيَوْمٍ


. Dari Ibnu Umar, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika kalian telah melihat hilal maka berpuasalah, jika kalian telah melihatnya maka berbukalah, jika kalian terhalang oleh awan maka perkirakanlah."' Dan, Ibnu Umar pernah berpuasa sehari sebelum hilal. Shahih: Al Irwa' (4/10), Shahih Abi Daud (2009).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَيْتُمْ الْهِلَالَ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَصُومُوا ثَلَاثِينَ يَوْمًا


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika kalian telah melihat hilal maka berpuasalah, dan jika kalian telah melihatnya maka berbukalah, jika kalian terhalang oleh awan maka berpuasalah selama 30 hari." Shahih: Al Irwa' (902), Ar-Raudh (1110). Muttafaq 'Alaih.

9. Satu Bulan Ada 29 Hari

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمْ مَضَى مِنْ الشَّهْرِ قَالَ قُلْنَا اثْنَانِ وَعِشْرُونَ وَبَقِيَتْ ثَمَانٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشَّهْرُ هَكَذَا وَالشَّهْرُ هَكَذَا وَالشَّهْرُ هَكَذَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَأَمْسَكَ وَاحِدَةً


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Ada berapa hari dalam satu bulan? Kami menjawab, "Dua puluh dua hari, (ditambah) sisanya delapan hari." Lalu Rasulullah SAW bersabda, 'Satu bulan adalah sekian, sekian, dan sekian." Beliau membentangkan jari-jemari tangannya tiga kali dan menahan satu jari beliau pada bentangan yang ketiga." Shahih: Shahih Abi Daud (2008). Juga diriwayatkan hadits yang sejenis dari Bukhari dan Muslim {Muttafaq 'Alaih).

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا وَعَقَدَ تِسْعًا وَعِشْرِينَ فِي الثَّالِثَةِ


. Dari Sa'd bin Abi Waqash, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Satu bulan itu adalah sekian, sekian, dan sekian hari." Beliau mengikat (memilih) yang 29 hari, pada yang ketiga kalinya. Shahih: Shahih Abi Daud. Juga Muttafaq 'Alaih.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ مَا صُمْنَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِسْعًا وَعِشْرِينَ أَكْثَرُ مِمَّا صُمْنَا ثَلَاثِينَ


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Berpuasa selama dua puluh sembilan hari pada masa Rasulullah SAW lebih banyak daripada puasa kami selama tiga puluh hari." Hasan Shahih: Ar-Raudh (639), Shahih Abi Daud (2011).

10. Bulan Hari Raya (Id)

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ شَهْرَا عِيدٍ لَا يَنْقُصَانِ رَمَضَانُ وَذُو الْحِجَّةِ

. Dari Abu Bakrah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Dua bulan raya (yang) tidak pernah berkurang, yaitu bulan Ramadhan dan Dzulhijjah" Shahih: Shahih Abi Daud (2012).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

. Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Idul Fitri adalah hari di mana kalian berbuka (tidak boleh puasa), dan Idul Adha adalah hari di mana kalian menyembelih hewan." Shahih: Al Irwa' (905), Ash-Shahihah (224).

11. Puasa Saat Bepergian

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي السَّفَرِ وَأَفْطَرَ


. Dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah berpuasa saat berpergian dan pernah berbuka." Shahih: Shahih Abi Daud (2080). Muttafaq 'Alaih lebih sempurna dari hadits ini.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَأَلَ حَمْزَةُ الْأَسْلَمِيُّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي أَصُومُ أَفَأَصُومُ فِي السَّفَرِ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ شِئْتَ فَصُمْ وَإِنْ شِئْتَ فَأَفْطِرْ


. Dari Aisyah, dia berkata, "Hamzah Al Aslami bertanya kepada Rasulullah SAW, ia berkata, 'Sesungguhnya aku berpuasa, apakah aku boleh berpuasa saat berpergian?' Beliau menjawab, 'Jika kamu mau (berpuasa) maka berpuasalah, dan jika kamu ingin (berbuka) maka berbukalah." Shahih : Al Irwa' (927), Ar-Raudh An-Nadhir (762), Ash-Shahih (194), Shahih Abi Daud (2079). Muttafaq 'Alaih.

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّهُ قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ فِي الْيَوْمِ الْحَارِّ الشَّدِيدِ الْحَرِّ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَضَعُ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ مِنْ شِدَّةِ الْحَرِّ وَمَا فِي الْقَوْمِ أَحَدٌ صَائِمٌ إِلَّا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَوَاحَةَ


. Dari Abu Darda, dia berkata, "Sungguh kami telah diperlihatkan bersama Rasulullah SAW dalam beberapa safarnya pada hari yang sangat panas sekali, (hingga) ada seorang laki-laki yang meletakkan tangannya di atas kepala karena sangat panasnya, dan tidak ada diantara kami yang berpuasa kecuali Rasulullah SAW dan Abdullah bin Rawahah" Shahih : Ash-Shahihah (191), Shahih Abi Daud (2083).

12. Berbuka Saat dalam Bepergian (Safar)

عَنْ كَعْبِ بْنِ عَاصِمٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ مِنْ الْبِرِّ الصِّيَامُ فِي السَّفَرِ


. Dari Ka'ab bin Ashim, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak termasuk kebaikan berpuasa saat dalam berpergian." Shahih: Al Irwa' (4/58 dan 925), At-Ta'liq Ar-Raghib (2/91). Muttafaq 'Alaih.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ مِنْ الْبِرِّ الصِّيَامُ فِي السَّفَرِ


. Dari Ibnu Umar, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak termasuk kebaikan berpuasa saat dalam berpergian." Shahih: Al Irwa' (4/59).

13. Wanita Hamil dan Menyusui yang Tidak Puasa

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَجُلٌ مِنْ بَنِي عَبْدِ الْأَشْهَلِ وَقَالَ عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ مِنْ بَنِي عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ قَالَ أَغَارَتْ عَلَيْنَا خَيْلُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَتَغَدَّى فَقَالَ ادْنُ فَكُلْ قُلْتُ إِنِّي صَائِمٌ قَالَ اجْلِسْ أُحَدِّثْكَ عَنْ الصَّوْمِ أَوْ الصِّيَامِ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنْ الْمُسَافِرِ شَطْرَ الصَّلَاةِ وَعَنْ الْمُسَافِرِ وَالْحَامِلِ وَالْمُرْضِعِ الصَّوْمَ أَوْ الصِّيَامَ وَاللَّهِ لَقَدْ قَالَهُمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كِلْتَاهُمَا أَوْ إِحْدَاهُمَا فَيَا لَهْفَ نَفْسِي فَهَلَّا كُنْتُ طَعِمْتُ مِنْ طَعَامِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


. Dari Anas bin Malik —seorang pria dari bani Abdul Asyhal— sementara menurut Ali Bin Muhammad dari Abdullah bin Ka'b— dia berkata, "Kuda Rasulullah SAW menyerang kami, lalu aku datang kepada Rasululah SAW, beliau sedang makan siang lalu bersabda, "Mendekatlah dan makanlah." Lalu aku menjawab; "sesungguhnya aku sedang berpuasa" beliau menjawab, 'Duduklah aku sampaikan sebuah hadits tentang puasa, sesungguhnya Allah SWT menetapkan bagi orang musafir setengah shalat, dan begitu pula dalam puasa bagi musafir, wanita hamil dan yang menyusui." Demi Allah, sesungguhnya Nabi SAW mengucapkan keduanya, keduanya atau salah satunya, aku menyesali diriku kenapa aku tidak memakan makanan dari Rasulullah SAW. Hasan Shahih: Al Misykah (2025), Shahih Abi Daud (2083).

14. Mengqadha Puasa Ramadhan

عَائِشَةَ تَقُولُ إِنْ كَانَ لَيَكُونُ عَلَيَّ الصِّيَامُ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَمَا أَقْضِيهِ حَتَّى يَجِيءَ شَعْبَانُ


. Dari Aisyah, dia berkata, "Jika aku punya utang puasa bulan Ramdhan, aku tidak mengqadhanya hingga tiba bulan Sya'ban." Shahih: Al Irwa (944), Ar-Raudh An-Nadhir (763, Shahih Abi Daud (2076), Tamam Al Minnah. Muttafaq 'Alaih.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنَّا نَحِيضُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَأْمُرُنَا بِقَضَاءِ الصَّوْمِ


. Dari Aisyah, dia berkata, "Kami pernah haid di sisi Nabi SAW, lalu beliau memerintahkan kami untuk mengqadha' puasa." Shahih: Shahih Abi Daud (255), Al Irwa' (200). Muslim, dalam riwayat darinya lebih sempurna dan telah disebutkan pada nomor (636).

15. Kafarat Orang yang Membatalkan Puasa Sehari pada Bulan Ramadhan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ هَلَكْتُ قَالَ وَمَا أَهْلَكَكَ قَالَ وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي فِي رَمَضَانَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْتِقْ رَقَبَةً قَالَ لَا أَجِدُ قَالَ صُمْ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ لَا أُطِيقُ قَالَ أَطْعِمْ سِتِّينَ مِسْكِينًا قَالَ لَا أَجِدُ قَالَ اجْلِسْ فَجَلَسَ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ أُتِيَ بِمِكْتَلٍ يُدْعَى الْعَرَقَ فَقَالَ اذْهَبْ فَتَصَدَّقْ بِهِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا أَهْلُ بَيْتٍ أَحْوَجُ إِلَيْهِ مِنَّا قَالَ فَانْطَلِقْ فَأَطْعِمْهُ عِيَالَكَ


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, lalu berkata, "Binasalah aku," Rasulullah bertanya, "Apa yamg membinasakamu.' Ia menjawab, 'Aku telah menyetubuhui istriku pada (siang hari) bulan Ramadhan' Rasulullah SAW bersabda, "Bebaskanlah budak' ia menjawab, 'Aku tidak punya' Rasulullah bersabda, 'Puasalah dua bulan berturut-turut.' Ia menjawab, 'aku tidak sanggup' Rasululah bersabda, 'Berilah makan kepada 60 orang miskin' ia menjawab, 'Aku tidak punya' Rasululah SAW bersabda, 'Duduklah.' Dan ia pun duduk. Saat ia sedang duduk tiba-tiba ia diberikan sekeranjang (makanan), Rasulullah SAW bersabda, 'Pergilah dan bersedekahlah dengan ini' Ia berkata, 'Wahai Rasulullah di negeri kami, tidak ada keluarga yang lebih miskin daripada kami' Rasulullah SAW bersabda, 'Pergilah dan berilah makanan ini kepada kelurgamu." Shahih: Al Irwa (939), Shahih Abi Daud (2068-2073). Muttafaq 'Alaih.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ فَقَالَ وَصُمْ يَوْمًا مَكَانَهُ


. Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Dan berpuasalah sehari sebagai gantinya." Shahih: Al Irwa' (4/90-93), At-Ta'liq 'Ala Ibni Khuzaimah (1954).

16. Orang yang Berbuka Puasa karena Lupa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَكَلَ نَاسِيًا وَهُوَ صَائِمٌ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang makan karena lupa padahal ia sedang berpuasa, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya, sesungguhnya Allah telah memberinya makan dan minum." Shahih: Al Irwa"(938).Muttafaq 'Alaih.

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْ أَفْطَرْنَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ غَيْمٍ ثُمَّ طَلَعَتْ الشَّمْسُ قُلْتُ لِهِشَامٍ أُمِرُوا بِالْقَضَاءِ قَالَ فَلَا بُدَّ مِنْ ذَلِكَ


. Dari Asma' binti Abu Bakar, dia berkata, "Kami pemah berbuka puasa pada hari yang berawan (gelap) di masa Rasulullah SAW, kemudian matahari timbul. Aku berkata kepada Hisyam; "Apakah mereka diperintahkan untuk mengqadha? Ia berkata, "Hal itu harus dilakukan." Shahih: Shahih Abi Daud (2042), Bukhari, dan dalam sebuah riwayat yang mu'allaq, Hisyam berkata, "Aku tidak tahu apakah mereka mengqadhanya atau tidak?.

17. Muntahnya Orang yang Berpuasa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ وَمَنْ اسْتَقَاءَ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ


. Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Siapa yang muntah tidak sengaja, maka dia tidak wajib qadha, siapa yang menyengaja muntah maka ia wajib qadha." Shahih: Takhrij Haqiqah Ash-Shiyam (14), Al Irwa' 923), At-Ta'liq Ala Ibni Khuzaimah (1960 &1961), Shahih Abi Daud (2059).

18. Bersiwak dan Memakai Celak Mata Bagi Orang yang Berpuasa

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ اكْتَحَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ صَائِمٌ


. Dari Aisyah, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah memakai celak mata pada saat beliau berpuasa." Shahih: Ar-Raudh (759).

19. Bekam Bagi Orang yang Berpuasa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ

. Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang membekam dan dibekam batal puasanya." Shahih: Takhrij Haqiqah Ash-Shiyam (73-75), Al Irwa' (4/65).

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ

. Dari Tsauban, dia berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang membekam dan dibekam batal puasanya." Shahih: Al Irwa' (931), At-Ta'liq 'Ala Ibni Khuzaimah (1983), Shahih Abi Daud (2049, 2052, 2053)

عَنْ أَبِي قِلَابَةَ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ شَدَّادَ بْنَ أَوْسٍ بَيْنَمَا هُوَ يَمْشِي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبَقِيعِ فَمَرَّ عَلَى رَجُلٍ يَحْتَجِمُ بَعْدَ مَا مَضَى مِنْ الشَّهْرِ ثَمَانِيَ عَشْرَةَ لَيْلَةً فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ


. Dari Abu Qilabah, bahwasanya ia mengabarkan, "Bahwa Syadad bin Aus ketika berjalan bersama Rasulullah SAW di Baqi' beliau melewati seorang laki-laki yang sedang membekam, setelah berlalu dua puluh delapan malam dari bulan (Ramadhan), Rasulullah SAW bersabda, 'Orang yang membekam dan dibekam batal puasanya'." Shahih dengan hadits sebelumnya: Al Irwa' (4/68-70), Shahih Abi Daud (2050-2051).

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ احْتَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ صَائِمٌ مُحْرِمٌ


. Dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah dibekam sementara beliau sedang berpuasa dan berihram." Shahih: dengan redaksi .. .Rasulullah pernah dibekam pada saat beliau berihram, dalam riwayat Bukhari. Takhrij Haqiqah Ash-Shiyam (67-68), Al Irwa' (932), Dha'if Abi Daud (408), Shahih Abi Daud (2054).Bukhari

20. Orang yang Mencium Saat Berpuasa

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ فِي شَهْرِ الصَّوْمِ

. Dari Aisyah, dia berkata, "Adalah Nabi SAW pernah mencium (Aisyah) di bulan puasa (Ramadhan)." Shahih: Al Irwa' (4/82), Shahih Abi Daud (2062), Ash-Shahihah (219-221). Muslim dan redaksi yang sejenisnya juga ada dalam riwayat Bukhari.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ وَأَيُّكُمْ يَمْلِكُ إِرْبَهُ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْلِكُ إِرْبَهُ


. Dari Aisyah, dia berkata, "Adalah Rasulullah SAW pernah mencium (istrinya) padahal beliau sedang berpuasa, dan siapakah diantara kalian yang mampu menahan hawa nafsunya sebagaimana Rasulullah yang mampu menahan hawa nafsunya?" Shahih: Al Irwa' Ash-Shahihah (220), Shahih Abi Daud (2061). Muttafaq 'Alaih.

عَنْ حَفْصَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ

. Dari Hafshah: "Bahwa Nabi SAW pernah mencium padahal beliau sedang berpuasa" Shahih: Muslim.

22. Bersentuhan Bagi Orang Berpuasa

عَنْ إِبْرَاهِيمَ قَالَ دَخَلَ الْأَسْوَدُ وَمَسْرُوقٌ عَلَى عَائِشَةَ فَقَالَا أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَاشِرُ وَهُوَ صَائِمٌ قَالَتْ كَانَ يَفْعَلُ وَكَانَ أَمْلَكَكُمْ لِإِرْبِهِ


. Dari Ibrahim, dia berkata, "Al Aswad dan Masruq menemui Aisyah lalu keduanya bertanya, 'Apakah Rasulullah SAW menyentuhnya saat beliau sedang berpuasa?' Ia menjawab, 'Beliau melakukan hal itu, dan beliau adalah orang yang paling dapat menahan nafsunya'." Shahih: Al Irwa (4/81), Ar-Raudh (766), At-Ta'liq 'Ala Ibni Khuzaimah (1998). Muttafaq 'Alaih.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ رُخِّصَ لِلْكَبِيرِ الصَّائِمِ فِي الْمُبَاشَرَةِ وَكُرِهَ لِلشَّابِّ


. Dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Dibolehkan bersentuhan (bermesraan) bagi orang yang sudah lanjut usia, dan makruh bagi anak muda." Shahih: Shahih Abi Daud (2065).

23. Ghibah dan Berkata Keji Bagi Orang yang Berpuasa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْجَهْلَ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَا حَاجَةَ لِلَّهِ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan kotor, sifat-sifat kebodohan, dan melakukan hal itu, maka Allah tidak akan mempedulikannya makan dan minumnya (puasa)." Shahih: At-Ta'liq Ar-Raghib (2/97), Shahih Abi Daud (2054). Bukhari.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ


. Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi ia tidak memdapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar, dan berapa banyak orang yang shalat (tarawih/malam) yang tidak mendapatkan apa-apa dari shalatnya melainkan hanya begadang." Hasan Shahih: Juga dalam At-Ta'liq, Al Misykah (2014).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ وَإِنْ جَهِلَ عَلَيْهِ أَحَدٌ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor, jangan melakukan sifat-sifat kebodohan, jika ada seseorang yang bersikap bodoh kepadanya, maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa '. " Shahih: Shahih Abi Daud (2045). Muttafaq 'Alaih.

24. Makan Sahur

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً


. Dari Anas Bin Malik, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan." Shahih: At-Ta'liq Ar-Raghib (2/93), Ar-Raudh (48 dan 1089). Muttafaq 'Alaih.

25. Mengakhirkan Makan Sahur
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ قَدْرُ قِرَاءَةِ خَمْسِينَ آيَةً

. Dari Zaid bin Tsabit, dia berkata, "Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah SAW kemudian kami, melakukan shalat (subuh). Aku (perawi lain) pun bertanya, 'Berapa lama waktu diantara keduanya?' Ia menjawab, 'seukuran membaca 50 ayat'." Shahih: Muttafaq 'Alaih.

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ تَسَحَّرْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ النَّهَارُ إِلَّا أَنَّ الشَّمْسَ لَمْ تَطْلُعْ

. Dari Hudzaifah, dia berkata, "Aku pernah makan sahur bersama Rasulullah SAW, saat itu waktu hampir mendekati pagi, hanya saja matahari belum timbul." Sanad yang hasan.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَمْنَعَنَّ أَحَدَكُمْ أَذَانُ بِلَالٍ مِنْ سُحُورِهِ فَإِنَّهُ يُؤَذِّنُ لِيَنْتَبِهَ نَائِمُكُمْ وَلِيَرْجِعَ قَائِمُكُمْ وَلَيْسَ الْفَجْرُ أَنْ يَقُولَ هَكَذَا وَلَكِنْ هَكَذَا يَعْتَرِضُ فِي أُفُقِ السَّمَاءِ


. Dari Abdullah bin Mas'ud, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah adzan bilal menghalangi kalian dari makan sahur, sesungguhnya ia mengumandangkan adzan untuk memperingatkan orang-orang yang tidur diantara kalian, dan agar orang-orang yang shalat malam diantara kalian mempercepatnya, hal ini tidak dinamakan fajar (subuh), tetapi seperti ini, yaitu menampaknya cakrawala di langit. " Shahih: Shahih Abi Daud (2032), Al Irwa' (4/31). Muttafaq 'Alaih.

27. Menyegerakan Berbuka Puasa
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْإِفْطَارَ

. Dari Sahal bin Sa'd, bahwa Nabi SAW bersabda, "Manusia akan senantiasa dalam keadaan baik selama menyegerakan buka puasa." Shahih: At-Ta'liq Ar-Raghib (2/94, Al Irwa' (917). Bukhari.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ عَجِّلُوا الْفِطْرَ فَإِنَّ الْيَهُودَ يُؤَخِّرُونَ


. Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Manusia akan senatiasa dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan buka puasa, bersegeralah buka puasa, sesungguhnya kaum yahudi selalu mengakhirkannya." Hasan Shahih: Al Misykah (1995), At-Ta'liq juga (2/595), At-Ta'liq 'Ala Ibni Khuzaimah (2060), Shahih Abi Daud (2038).

28. Berniat Puasa pada Malam Hari dan Memilih Puasa
عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صِيَامَ لِمَنْ لَمْ يَفْرِضْهُ مِنْ اللَّيْلِ


. Dari Hafshah dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu puasa bagi orang yang tidak meniatkannya dari malam hari." Shahih: Al Irwa' (914), Shahih Abi Daud (2118).

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ فَنَقُولُ لَا فَيَقُولُ إِنِّي صَائِمٌ فَيُقِيمُ عَلَى صَوْمِهِ ثُمَّ يُهْدَى لَنَا شَيْءٌ فَيُفْطِرُ قَالَتْ وَرُبَّمَا صَامَ وَأَفْطَرَ قُلْتُ كَيْفَ ذَا قَالَتْ إِنَّمَا مَثَلُ هَذَا مَثَلُ الَّذِي يَخْرُجُ بِصَدَقَةٍ فَيُعْطِي بَعْضًا وَيُمْسِكُ بَعْضًا


. Dari Aisyah, dia berkata, "Rasulullah pernah masuk menemuiku lalu berkata, 'apakah kamu punya sesuatu (makanan)?' aku pun menjawab, 'Tidak ada', beliau lalu bersabda, '(kalau begitu) aku berpuasa' beliau pun melaksanakan puasanya. Kemudian ada yang memberi hadiah sesuatu (makanan) kepada kami, lalu beliau pun berbuka. Aisyah berkata, "Barangkali beliau niat berpuasa lalu berbuka." Aku (Mujahid, perawi dari Aisyah) berkata, 'Bagaimana hal ini (boleh)?' Aisyah menjawab, 'Perumpamaan hal ini seperti orang yang mengeluarkan sedekah, dia boleh memberikan sebagiannya dan menahan sebagian lainnya'." Hasan: Al Irwa" (4/135-136)

29. Orang yang Bangun Pagi dalam Keadaan Junub dan Ia Ingin Berpuasa
أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ لَا وَرَبِّ الْكَعْبَةِ مَا أَنَا قُلْتُ مَنْ أَصْبَحَ وَهُوَ جُنُبٌ فَلْيُفْطِرْ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَهُ


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Tidak, demi Dzat Yang Memiliki Ka'bah aku tidak mengatakan bahwa 'siapa yang bangun pagi dalam kedaan junub maka batallah puasanya' adalah disabdakan oleh Muhammad SAW." Shahih: Ash-Shahiha (3/11). Muttafaq 'Alaih.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبِيتُ جُنُبًا فَيَأْتِيهِ بِلَالٌ فَيُؤْذِنُهُ بِالصَّلَاةِ فَيَقُومُ فَيَغْتَسِلُ فَأَنْظُرُ إِلَى تَحَدُّرِ الْمَاءِ مِنْ رَأْسِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ فَأَسْمَعُ صَوْتَهُ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ قَالَ مُطَرِّفٌ فَقُلْتُ لِعَامِرٍ أَفِي رَمَضَانَ قَالَ رَمَضَانُ وَغَيْرُهُ سَوَاءٌ


. Dari Aisyah, dia berkata, "Adalah Nabi SAW pernah tidur malam dalam keadaan junub, lalu datanglah Bilal kemudian mengumandangkan adzan shalat, beliau pun bangun lalu mandi, aku pun melihat tetesan air dari rambut beliau, kemudian beliau keluar, aku pun mendengar suaranya dalam shalat subuh." Mutharif berkata, "Lalu aku bertanya kepada Amir, 'Apakah itu terjadi di bulan Ramadhan?" Ia menjawab, "Di bulan Ramadhan dan bulan lainnya sama saja." Shahih: Ar-Raudh (793-794). Muttafaq Alaih.

عَنْ نَافِعٍ قَالَ سَأَلْتُ أُمَّ سَلَمَةَ عَنْ الرَّجُلِ يُصْبِحُ وَهُوَ جُنُبٌ يُرِيدُ الصَّوْمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ الْوِقَاعِ لَا مِنْ احْتِلَامٍ ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيُتِمُّ صَوْمَهُ

. Dari Nafi', dia berkata, "Aku bertanya kepada Ummu Salamah tentang orang yang bangun pagi dalam keadaan junub dan ia ingin berpuasa? Ummu Salamah menjawab, "Rasulullah SAW pernah bangun pagi dalam keadaan junub karena bersetubuh dan bukan karena bermimpi, kemudian beliau mandi dan menyempurnakan puasanya." Shahih: Ar-Raudh juga.

30. Puasa Sepanjang Masa
عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ الْأَبَدَ فَلَا صَامَ وَلَا أَفْطَرَ

. Dari Abdullah bin Asy-Syikhir, dia berkata, Nabi SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa selamanya, maka dia tidak berpuasa dan tidak berbuka." Shahih: At-ta'liq Ar-Raghib (2/88). Muttafaq 'Alaih.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صَامَ مَنْ صَامَ الْأَبَدَ


. Dari Abdullah bin Amru, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah dinilai berpuasa orang yang berpuasa selamanya." Shahih: At-Ta'liq juga (2/84). Muttafaq 'Alaih.

31. Puasa Tiga Hari pada Tiap Bulan
عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ الْمِنْهَالِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَأْمُرُ بِصِيَامِ الْبِيضِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ وَيَقُولُ هُوَ كَصَوْمِ الدَّهْرِ أَوْ كَهَيْئَةِ صَوْمِ الدَّهْرِ

. Dari Al Minhal, dari Rasulullah SAW: "Bahwasanya beliau memerintahkan agar berpuasa putih, yaitu pada hari ketiga belas, empat belas dan kellma belas, beliau bersabda, 'Hal itu laksana berpuasa setahun, atau seperti keadaan puasa setahun." Shahih lighairihi: At-Ta'liq Ar-Raghib (2/84), Shahih Abi Daud (2115)

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ فَذَلِكَ صَوْمُ الدَّهْرِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابِهِ { مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا } فَالْيَوْمُ بِعَشْرَةِ أَيَّامٍ


. Dari Abu Dzar, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa tiga hari pada tiap bulan, maka itu seperti puasa satu tahun." Allah menurunkan ayat yang menguatkan hal itu dalam kitab-Nya, "Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya." (Qs Al An'aam [6]: 160) maka satu hari bernilai sepuluh hari. Shahih: Al Irwa' (4/102), At-Ta'liq juga (2/82).

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قُلْتُ مِنْ أَيِّهِ قَالَتْ لَمْ يَكُنْ يُبَالِي مِنْ أَيِّهِ كَانَ

. Dari Aisyah, ia berkata, "Rasulullah SAW selalu berpuasa tiga hari pada setiap bulan." Lalu aku (perawi lain) berkata, "Di bagian manakah (dari setiap bulan itu)?" Aisyah menjawab, "Beliau tidak peduli dari mana saja beliau memulainya." Shahih: Shahih Abu Daud (2117), Mukhtashar Asy-Syama'il (260). Muslim.

32. Puasa Nabi SAW

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ كَانَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ قَدْ صَامَ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ قَدْ أَفْطَرَ وَلَمْ أَرَهُ صَامَ مِنْ شَهْرٍ قَطُّ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلَّا قَلِيلًا


. Dari Abu Salamah, dia berkata, "Aku bertanya kepada Aisyah tentang puasa Nabi SAW, ia menjawab, adalah "Beliau selalu berpuasa hingga kami berkata beliau tidak pernah berbuka, dan beliau tidak berpuasa hingga kami mengatakan beliau tidak pernah berpuasa, aku tidak pernah melihat sama sekali beliau berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak dari puasanya di bulan Sya'ban, beliau selalu berpuasa Sya'ban keseluruhannya, terkadang beliau berpuasa di bulan Sya'ban dan hanya meninggalkan sedikit (beberapa hari)." Shahih: At-Ta'liq Ar-Raghib (2/80), Shahih Abi Daud (2103). Muttafaq 'Alaih juga meriwayatkan hadits yang sepertinya.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ وَمَا صَامَ شَهْرًا مُتَتَابِعًا إِلَّا رَمَضَانَ مُنْذُ قَدِمَ الْمَدِينَةَ


. Dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Rasulullah SAW selalu berpuasa hingga kami menilainya tidak pernah berbuka, dan beliau tidak berpuasa hingga kami menilainya beliau tidak pernah berpuasa sama sekali dan tidaklah beliau berpuasa satu bulan berturut-turut kecuali di bulan Ramadhan sejak beliau datang ke Madinah. Shahih: Shahih Abi Daud (2100). Muttafaq 'Alaih.

33. Puasa Daud AS

عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا وَأَحَبُّ الصَّلَاةِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ صَلَاةُ دَاوُدَ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيُصَلِّي ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ


. Dari Abdullah bin Amru, dia berkata, Rasuullah SAW bersabda, "Puasa yang paling dicintai di sisi Allah SWT adalah puasanya nabi Daud AS, beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari, dan shalat yang paling dicintai di sisi Allah SWT adalah shalatnya nabi Daud AS, beliau tidur setengah malam dan shalat pada sepertiga malamnya lalu tidur pada seperenamnya." Shahih: Al Irwa' (491,945), Shahih At-Targhib (618), Shahih Abi Daud (2098). Muttafaq Alaih.

قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ يَوْمَيْنِ وَيُفْطِرُ يَوْمًا قَالَ وَيُطِيقُ ذَلِكَ أَحَدٌ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا قَالَ ذَلِكَ صَوْمُ دَاوُدَ قَالَ كَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمَيْنِ قَالَ وَدِدْتُ أَنِّي طُوِّقْتُ ذَلِكَ

. Dari Umar bin Al Khaththab, dia berkata, "Wahai Rasulullah bagaimana orang yang berpuasa dua hari lalu berbuka satu hari? Beliau menjawab, Adakah seseorang yang mampu melakukan itu?, Umar berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang berpuasa dan berbuka sehari? beliau menjawab, "Itu adalah puasa daud." Umar berkata, "Bagaimana dengan orang yang berpuasa sehari dan berbuka dua hari?" beliau menjawab, "Aku berharap diberikan kemampuan untuk melakukannya. Shahih: Shahih Abi Daud (2096). Muslim.

33. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ { مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا }


. Dari Tsauban, budak Rasulullah SAW, Dari Rasulullah SAW sesungguhnya beliau bersabda, "Siapa yang berpuasa enam hari setelah hari raya idul fitri maka ia seperti berpuasa satu tahun secara sempurna. Siapa yang melakukan satu kebaikan maka baginya sepuluh pahala yang sepertinya." Shahih: Al Irwa' (4/107), Ar-Raudh (911), At-Ta'liq Ar-Raghib (2/75), At-Ta'liq 'Ala Ibni Khuzaimah (2115)

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصَوْمِ الدَّهْرِ


. Dari Abu Ayub, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawwal maka ia seperti puasa satu tahun." Hasan Shahih: Al Irwa (950), Ar-Raudh (911), At-Ta'liq juga, Shahih Abu Daud (2102). Muslim.

34. Puasa Pada Hari di Jalan Allah SWT

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ النَّارَ مِنْ وَجْهِهِ سَبْعِينَ خَرِيفًا


. Dari Abu Sa'id Al Khudri, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa sehari di jalan Allah SWT maka Allah akan menjauhkan api neraka pada hari itu dari wajahnya selama tujuh puluh tahun." Shahih: At-Ta'liq Ar-Raghib (2/62), At-Ta'liq 'Ala Ibni Khuzaimah (213). Muttafaq Alaih.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ زَحْزَحَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا


. Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan api neraka dari wajahnya selama tujuh puluh tahun." Shahih: Juga dalam At-Ta'liq.

35. Larangan Berpuasa Pada Hari-Hari Tasyrik

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ مِنًى أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Hari-hari Mina adalah hari makan dan minum." Hasan Shahih: Al Irwa' (4/129), Ar-Raudh (849), Ash-Shahihah (1282).

عَنْ بِشْرِ بْنِ سُحَيْمٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ فَقَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ وَإِنَّ هَذِهِ الْأَيَّامَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ


. Dari Bisyr bin Suhaim, bahwa Rasulullah SAW berkhutbah pada hari Tasyrik, beliau bersabda, "Tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang muslim, dan sesungguhnya hari-hari ini adalah hari makan dan minum." Shahih: Al lrwa' (4/128-129), Ar-Raudh (849).

36. Larangan Berpuasa pada Hari Raya Fitri dan Adha

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ الْأَضْحَى


. Dari Abu Sa'id, dari Nabi SAW, bahwasanya beliau "Melarang berpuasa pada hari raya Fitri dan Adha." Shahih: Al Irwa (962), Ar-Raudh (643), Shahih Abi Daud (2088). Muttafaq 'Alaih.

عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ قَالَ شَهِدْتُ الْعِيدَ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَبَدَأَ بِالصَّلَاةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صِيَامِ هَذَيْنِ الْيَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ الْأَضْحَى أَمَّا يَوْمُ الْفِطْرِ فَيَوْمُ فِطْرِكُمْ مِنْ صِيَامِكُمْ وَيَوْمُ الْأَضْحَى تَأْكُلُونَ فِيهِ مِنْ لَحْمِ نُسُكِكُمْ


. Dari Abu Ubaid, dia berkata, aku menyaksikan hari raya Fitri bersama Umar bin Khaththab, beliau memulai shalat sebelum khutbah, pesannya; "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari ini, hari raya Fitri dan hari raya Adha, adapun hari raya Fitri adalah hari berbuka puasa kalian dan hari raya Adha kalian makan daging yang kalian sembelih di hari itu." Shahih: Al Irwa' (4/127-128), Shahih Abi Daud (2084). Muttafaq 'Alaih.

37. Puasa pada Hari Jumat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الْجُمُعَةِ إِلَّا بِيَوْمٍ قَبْلَهُ أَوْ يَوْمٍ بَعْدَهُ

. Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah SAW melarang berpuasa pada hari Jumat kecuali (berpuasa) dengan sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." Shahih: Al Irwa (959 dan 981), Ash-Shahihah (981,1012), Shahih Abi Daud (2091). Muttafaq 'Alaih.

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ سَأَلْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ وَأَنَا أَطُوفُ بِالْبَيْتِ أَنَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ الْجُمُعَةِ قَالَ نَعَمْ وَرَبِّ هَذَا الْبَيْتِ


. Dari Muhammad bin Ibad bin Ja'far, dia berkata, "Aku bertanya kepada Jabir bin Abdullah, sementara aku sedang thawaf di ka'bah, Apakah Nabi SAW melarang puasa hari jumat?.' Ia menjawab, 'Ya, 'demi Dzat Yang memiliki rumah ini (Ka'bah)'." Shahih: Ar-Raudh (188), Ash-Shahihah (3/11)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَلَّمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ


. Dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata, "Sedikit sekali aku melihat Rasulullah SAW tidak puasa pada hari jumat." Hasan: Shahih Abi Daud (2116), At-Ta'liq 'Ala Ibni Khuzaimah (2129).


38.Puasa Pada Hari Sabtu

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلَّا فِيمَا افْتُرِضَ عَلَيْكُمْ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلَّا عُودَ عِنَبٍ أَوْ لِحَاءَ شَجَرَةٍ فَلْيَمُصَّهُ


. Dari Abdullah bin Busr, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian berpuasa pada hari Sabtu kecuali pada puasa yang diwajibkan atas kalian, dan jika salah seorang dari kalian tidak menemukan sesuatu selain tangkai anggur, atau kulit sebuah pohon maka hisaplah." Shahih: Al Irwa (960), At-Ta'liq Ar-Raghib (2/86), At-Ta'liq 'Ala Ibni Khuzaimah (2164), Shahih Abi Daud (2092), Tamam Al Minah.

39. Puasa Hari Kesepuluh

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي الْعَشْرَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

. Dari Ibnu Abbas, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini" — maksudnya hari kesepuluh —, orang-orang berkata, "Wahai Rasulullah, tidak pula dengan jihad di jalan Allah" beliau menjawab, "Tidak pula dengan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, kemudian semua itu tidak kembali kepadanya." Shahih: Al Irwa' (953), Ar-raudh (455 & 456), Shahih Abi Daud (2107).Bukhari.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَامَ الْعَشْرَ قَطُّ

. Dari Aisyah, dia berkata, "Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa di hari kesepuluh sama sekali." Shahih: Shahihah Abi Daud (2108). Muslim.

40. Puasa Arafah

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالَّتِي بَعْدَهُ


. Dari Abu Qatadah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Puasa hari Arafah, sesungguhnya aku berharap balasan kepada Allah agar menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya." Shahih: Al Irwa" (952), Ar-raudh (1015), At-ta'liq Ar-Raghib (2/76), Shahih Abi Daud (2096).

عَنْ قَتَادَةَ بْنِ النُّعْمَانِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ سَنَةٌ أَمَامَهُ وَسَنَةٌ بَعْدَهُ


. Dari Qatadah bin An-Nu'man, dia berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa di hari Arafah maka diampuni baginya dari dosa setahun di hadapannya dan setahun sesudahnya." Shahih dengan yang sebelumnya: Al Irwa' (4/109-110), Adh-dha 'ifah (5/22), juga dalam At-ta'liq (2/76&78)

41. Puasa Hari Asyura

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ عَاشُورَاءَ وَيَأْمُرُ بِصِيَامِهِ

. Dari Aisyah, dia berkata, "Rasulullah SAW selalu puasa Asyura, dan memerintahkan puasa di hari itu." Shahih: Shahih Abi Daud (2110). Muttafaq 'Alaih.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَوَجَدَ الْيَهُودَ صُيَّامًا فَقَالَ مَا هَذَا قَالُوا هَذَا يَوْمٌ أَنْجَى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ فِيهِ فِرْعَوْنَ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْنُ أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

. Dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Rasulullah datang ke Madinah, beliau mendapatkan orang-orang Yahudi sedang berpuasa, beliau bertanya, apakah ini? Mereka menjawab, "Ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa, dan Firaun ditenggelamkan, maka Musa pun berpuasa pada hari itu sebagai rasa syukur, lalu Rasulullah SAW bersabda, 'kita lebih berhak terhadap musa daripada kalian (yahudi)', maka beliau berpuasa dan memerintahkan berpuasa pada hari itu." Shahih: Shahih Abi Daud (2112). Muttafaq 'Alaih

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ صَيْفِيٍّ قَالَ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنْكُمْ أَحَدٌ طَعِمَ الْيَوْمَ قُلْنَا مِنَّا طَعِمَ وَمِنَّا مَنْ لَمْ يَطْعَمْ قَالَ فَأَتِمُّوا بَقِيَّةَ يَوْمِكُمْ مَنْ كَانَ طَعِمَ وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْ فَأَرْسِلُوا إِلَى أَهْلِ الْعَرُوضِ فَلْيُتِمُّوا بَقِيَّةَ يَوْمِهِمْ قَالَ يَعْنِي أَهْلَ الْعَرُوضِ حَوْلَ الْمَدِينَةِ

. Dari Muhamad bin Shaifi, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda kepada kami pada hari Asyura, ""Adakah salah seorang dari kalian yang telah makan hari ini?'. Kami menjawab, 'diantara kami ada yang sudah makan dan ada orang yang belum makan'. Beliau bersabda,'Sempurnakanlah sisa hari kalian (puasa), siapa yang telah makan dan siapa yang belum makan, dan datanglah ke penduduk Al 'Arudh dan hendaklah mereka menyempurnakan sisa harinya'. Muhamad bin Shaifi berkata, "Maksudnya penduduk sekitar Madinah. Shahih: Ash-Shahihah (2624)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ الْيَوْمَ التَّاسِعَ


. Dari Ibnu Abas dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya aku masih ada di tahun yang akan datang, maka aku akan berpuasa pada hari kesembilan." Shahih: Shahih Abi Daud (2113). Muslim juga meriwayatkan dengan redaksi yang lebih lengkap dari hadits ini.

عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ زَادَ فِيهِ مَخَافَةَ أَنْ يَفُوتَهُ عَاشُورَاءُ

. Dari jalur periwayatan lain dari Ibnu Abbas ada hadits yang sejenis, dan menambahkan redaksi, "Karena khawatir hari Asyura akan terlewati olehnya." Shahih: Muslim.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ ذُكِرَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَوْمًا يَصُومُهُ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ فَمَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَصُومَهُ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَرِهَهُ فَلْيَدَعْهُ


. Dari Abdullah bin Umar, sesungguhnya disebutkan hari Asyura di sisi Nabi SAW, lalu beliau bersabda, "Asyura adalah hari yang dipuasai oleh kaum Jahiliyah, siapa dintara kalian yang ingin berpuasa maka berpusalah, dan siapa yang enggan maka tinggalkanlah." Shahih: Shahih Abi Daud (2111). Muttafaq Alaih.

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ


. Dari Abu Qatadah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Puasa Hari Asyura, sesungguhnya aku mengharapkan balasan kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang sebelumnya." Shahih: Al Irwa (4/109), Shahih Abi Daud (2069) hadits ini sama dengan hadits yang telah disebutkan (1753). Muslim.

43. Puasa Hari Senin dan Kamis

عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ الْغَازِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ عَنْ صِيَامِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ


. Dari Rabi'ah bin Al Ghaz, bahwa ia pernah bertanya kepada Aisyah tentang puasa Rasulullah SAW, ia menjawab, "Beliau selalu melakukan puasa hari Senin dan Kamis." Shahih: Al Irwa' (4/105-106), At-Ta'liq Ala Ibni Khuzaimah (2116), Mukhtashar Asy-Syama'il (258).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسَ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَصُومُ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسَ فَقَالَ إِنَّ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسَ يَغْفِرُ اللَّهُ فِيهِمَا لِكُلِّ مُسْلِمٍ إِلَّا مُهْتَجِرَيْنِ يَقُولُ دَعْهُمَا حَتَّى يَصْطَلِحَا


. Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW selalu puasa hari Senin dan Kamis, lalu ditanyakan: wahai Rasulullah sesungguhnya engkau selalu berpuasa Senin dan Kamis!. Beliau menjawab, 'Sesungguhnya hari Senin dan Kamis adalah dua hari dimana Allah mengampuni setiap muslim, kecuali dua orang yang saling bertengkar, Allah berfirman, 'Tinggalkan keduanya hingga keduanya berdamai'." Shahih: At-Ta'liq Ar-Raghib (2/84-85). Muslim meriwayatkan pada redaksi alinea kedua.

44. Puasa di Bulan-Bulan Haram

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيُّ الصِّيَامِ أَفْضَلُ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ قَالَ شَهْرُ اللَّهِ الَّذِي تَدْعُونَهُ الْمُحَرَّمَ

. Dari Abu Hurairah dia berkata, "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, 'Puasa apakah yang paling baik setelah puasa bulan Ramadhan?' beliau menjawab, 'bulan Allah yang kalian sebut dengan Al Muharam'. " Shahih: Al Irwa' (951), Shahih Abi Daud (2099). Muslim.

45. Memberi Makan Orang yang Berpuasa
عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا


. Dari Zaid bin Khalid Al Juhani, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sama sekali." Shahih: Ar-Raudh (322), At-Ta'liq Ar-Raghib (2/95).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ أَفْطَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ فَقَالَ أَفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمْ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلَائِكَةُ


. Dari Abdullah bin Zubair, dia berkata, Rasulullah SAW pernah berbuka puasa di rumah Sa'd bin Mu'adz lalu bersabda, "Telah berbuka puasa dirumah kalian orang-orang yang berpuasa, dan orang-orang yang baik telah memakan makanan kalian, dan para malaikat telah bershalawat kepada kalian (mendoakan)." Shahih tanpa ada redaksi "berbuka di rumah Sa'ad": Adab Az-zifaf (85-86).

46. Orang yang Diundang Makan Sementara Ia Sedang Berpuasa
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَى طَعَامٍ وَهُوَ صَائِمٌ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ

. Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Jika salah seorang dari kalian diundang makan sementara ia sedang berpuasa, maka katakanlah sesungguhnya aku sedang berpuasa." Shahih: Adab Az-Zifaf (73), Ash-Shahihah (1343), Al Irwa (1953), Shahih Abi Daud (2124). Muslim.

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ دُعِيَ إِلَى طَعَامٍ وَهُوَ صَائِمٌ فَلْيُجِبْ فَإِنْ شَاءَ طَعِمَ وَإِنْ شَاءَ تَرَكَ


. Dari Jabir, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang diundang makan sementara ia sedang berpuasa, maka penuhilah undangannya, jika ia mau ia boleh memakannya, jika ia mau ia boleh meninggalkannya." Shahih: Ash-shahihah (347), juga dalam Al Adab. Muslim.

47. Doa Orang yang Berpuasa Tidak Tertolak

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ ..... وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasululah SAW pernah bersabda, "Ada tiga orang yang doa mereka tidak tertolak; orang yang berpuasa hingga berbuka, dan orang yang dianiaya... " Shahih: At-Ta'liq Ar-Raghib (2/63), Adh-Dha'ifah (1358), Ash-Shahihah (596 & 1797), At-ta'liq Ala Ibni Khuzaimah (1901).

48. Makan di Hari Raya Fitri Sebelum Keluar (Rumah)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ تَمَرَاتٍ


. Dari Anas bin Malik, dia berkata, "Nabi SAW tidak keluar pada hari raya Fitri hingga beliau makan beberapa buah kurma." Shahih: Al Misykah (1440), Adh-Dha'ifah (4248. Bukhari.

عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَكَانَ لَا يَأْكُلُ يَوْمَ النَّحْرِ حَتَّى يَرْجِعَ


. Dari Buraidah: "Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah keluar di hari raya Fitri hingga beliau makan, dan beliau tidak makan di hari raya Adha hingga beliau kembali (dari shalat id)" Shahih: Al Misykah (1440)

49. Orang yang Meninggal Dunia Sementara Ia Masih Memiliki Tanggungan Puasa Nadzar

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُخْتِي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُخْتِكِ دَيْنٌ أَكُنْتِ تَقْضِينَهُ قَالَتْ بَلَى قَالَ فَحَقُّ اللَّهِ أَحَقُّ


. Dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Ada seorang wanita datang kepada Nabi SAW lalu berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya saudari saya meninggal dunia sementara ia masih memiliki tanggungan puasa dua bulan berturut-turut.' Rasulullah SAW bersabda, 'Bagaimana menurutmu seandainya saudarimu mempunyai utang (uang), apakah kamu akan melunasinya?" ia menjawab, 'Ya'. Beliau bersabda, 'maka utang kepada Allah lebih berhak (dilunasi)'. " Shahih: Al Ahkam (169-170), Tamam Al Minnah. Muttafaq 'Alaih.

عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمٌ أَفَأَصُومُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ


. Dari Buraidah, dia berkata, "Ada seorang wanita datang kepada Nabi SAW lalu berkata, 'wahai Rasulullah sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia dan ia mempunyai tanggungan puasa, apakah aku boleh berpuasa untuknya?' beliau menjawab, 'Ya'." Shahih: Ar-Raud (165), Shahih Abi Daud (2561), lihat Hadits berikutnya (2423).

50. Seorang Istri yang Berpuasa Tanpa Izin dari Suaminya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَصُومُ الْمَرْأَةُ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ يَوْمًا مِنْ غَيْرِ شَهْرِ رَمَضَانَ إِلَّا بِإِذْنِهِ


. Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Seorang istri tidak boleh berpuasa —sementara suaminya ada bersamanya— di selain bulan Ramadhan, melainkan dengan izin suaminya." Shahih: Al Irwa (2004), Al Adab (177), Shahih Abi Daud (2121). Muttafaq 'Alaih, dalam riwayat keduanya tidak menyebutkan lafadzh "Ramadhan".

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النِّسَاءَ أَنْ يَصُمْنَ إِلَّا بِإِذْنِ أَزْوَاجِهِنَّ

. Dari Abu Sa'id, dia berkata, "Rasulullah SAW melarang para istri berpuasa kecuali dengan izin suami." Shahih: Al Irwa' (7/64-65).

51. Perkataan, "Orang yang Makan dan Bersyukur Seperti Orang yang Berpuasa dan Bersabar"
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ الطَّاعِمُ الشَّاكِرُ بِمَنْزِلَةِ الصَّائِمِ الصَّابِرِ

. Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda, "Orang yang makan dan bersyukur, sama dengan kedudukan orang yang berpuasa dan bersabar" Shahih: Ash-Shahihah (655), At-Ta'liq 'Ala Ibni Khuzaimah (1898 & 1899).

عَنْ سِنَانِ بْنِ سَنَّةَ الْأَسْلَمِيِّ صَاحِبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعِمُ الشَّاكِرُ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الصَّائِمِ الصَّابِرِ


. Dari Sinan bin Sannah Al Aslamy, sahabat Nabi SAW, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang makan dan bersyukur baginya pahala seperti orang yang berpuasa dan sabar. " Shahih: Juga dalam Ash-Shahihah.

52. Lailatul Qadar

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ اعْتَكَفْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَشْرَ الْأَوْسَطَ مِنْ رَمَضَانَ فَقَالَ إِنِّي أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَأُنْسِيتُهَا فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ فِي الْوَتْرِ


. Dari Abu sa'id Al Khudri, dia berkata, "Kanii pernah beri'tikaf bersama Rasulullah SAW pada sepuluh hari pertengahan di bulan Ramadhan, beliau bersabda, 'Sesungguhnya aku pernah diperlihatkan lailatul qadar lalu aku dilupakannya, maka carilah lailatul qadar di sepuluh akhir pada (hari) yang ganjil'. " Shahih: Shahih Abi Daud (1221), Shaifah Ash-Shalah. Muttafaq 'Alaih, haditsnya lebih sempurna dari hadits ini.

53. Keutamaan Sepuluh Akhir Bulan Ramadhan
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ


. Dari Aisyah, dia berkata, "Nabi SAW sangat bersungguh-sungguh di sepuluh hari terakhir (Ramadhan), tidak seperti bersungguh-sunguhnya beliau pada hari selainnya.'' Shahih: Ash-Shahihah (2123). Muslim.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ


. Dari Aisyah, dia berkata, "Nabi SAW jika memasuki sepuluh hari (akhir ramadhan), beliau menghidupkan malamnya (dengan ibadah), dan mengencangkan sarungnya dan membangunkan keluarganya." Shahih: Shahih Abi Daud (1246). Muttafaq 'Alaih.

54. I'tikaf

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ كُلَّ عَامٍ عَشْرَةَ أَيَّامٍ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا وَكَانَ يُعْرَضُ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ فِي كُلِّ عَامٍ مَرَّةً فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ عُرِضَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ


. Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Nabi SAW beri'tikaf sepuluh hari di setiap tahun, ketika pada tahun dimana beliau wafat, beliau beri'tikaf selama dua puluh hari, dan beliau dipaparkan Al Qur'an setiap tahun sekali, ketika tahun dimana beliau wafat, Al Qur'an dipaparkan kepada beliau sebanyak dua kali." Shahih: Shahih Abi Daud (2126 & 2130). Bukhari.

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ فَسَافَرَ عَامًا فَلَمَّا كَانَ مِنْ الْعَامِ الْمُقْبِلِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا


. Dari Ubay bin Ka'b, bahwa Rasulullah SAW selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, hingga berlalu satu tahun, ketika tiba tahun berikutnya, beliau beri'tikaf selama dua puluh hari." Shahih: Juga dalam Shahih Abi Daud.

55. Orang yang Memulai dan Menqadha I'tikaf

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ صَلَّى الصُّبْحَ ثُمَّ دَخَلَ الْمَكَانَ الَّذِي يُرِيدُ أَنْ يَعْتَكِفَ فِيهِ فَأَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ فَأَمَرَ فَضُرِبَ لَهُ خِبَاءٌ فَأَمَرَتْ عَائِشَةُ بِخِبَاءٍ فَضُرِبَ لَهَا وَأَمَرَتْ حَفْصَةُ بِخِبَاءٍ فَضُرِبَ لَهَا فَلَمَّا رَأَتْ زَيْنَبُ خِبَاءَهُمَا أَمَرَتْ بِخِبَاءٍ فَضُرِبَ لَهَا فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ آلْبِرَّ تُرِدْنَ فَلَمْ يَعْتَكِفْ رَمَضَانَ وَاعْتَكَفَ عَشْرًا مِنْ شَوَّالٍ


. Dari Aisyah, dia berkata, "Nabi SAW jika ingin beri'tikaf beliau (mulai dengan) shalat subuh, kemudian memasuki tempat yang beliau ingikan untuk beri'tikaf, beliau hendak beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, lalu beliau memerintahkan agar didirikan tenda, maka dibuatkan tenda untuk beliau. Kemudian Aisyah memerintahkan untuk dibuatkan sebuah tenda, maka dibuatlah tenda untuknya. Hafshah pun lalu memerintahkan untuk dibuatkan sebuah tenda, maka dibuatlah tenda untuknya. Tatkala Zainab mengetahui tenda keduanya (Aisyah dan Hafshah), ia pun memerintahkan untuk dibuatkan sebuah tenda, maka dibuatlah tenda untuknya. Dan, ketika Rasulullah SAW menyaksikan semua itu, beliau pun bersabda, Apakah (benar-benar) kebaikan yang kalian inginkan?" Beliau pun (kembali) dan tidak melakukan i'tikaf di bulan Ramadhan itu, (namun) setelah itu beliau beri'tikaf selama sepuluh hari di bulan Syawal. Shahih: At-Ta'liq 'Ala Ibni Khuzaimah (2224), Shahih Abi Daud (2127 & 2128). Muttafaq Alaih.

56. I'tikaf Sehari atau Semalam

عَنْ عُمَرَ أَنَّهُ كَانَ عَلَيْهِ نَذْرُ لَيْلَةٍ فِي الْجَاهِلِيَّةِ يَعْتَكِفُهَا فَسَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُ أَنْ يَعْتَكِفَ


. Dari Umar: "Bahwasanya ia pernah bernadzar untuk beri'tikaf satu hari di masa Jahiliyah, lalu ia bertanya kepada Nabi SAW, dan beliau pun memerintahkannya untuk beri'tikaf." Shahih: At-Ta'liq 'Ala Ibni Khuzaimah (2229), Shahih Abi Daud (2136-2137). Muttafaq Alaih.

57. Orang yang Beri'tikaf yang Konsisten Pada Satu Tempat di Masjid

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ قَالَ نَافِعٌ وَقَدْ أَرَانِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْمَكَانَ الَّذِي كَانَ يَعْتَكِفُ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

. Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW selalu I'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." Nafi' berkata: Abdullah bin Umar telah memperlihatkan kepadaku tempat dimana Rasulullah SAW bei'tikaf. Shahih: Shahih Abi Daud (2129). Muslim dan Bukhari, hanya saja dalam riwayat Bukhari tidak ada redaksi Nafi' berkata.

58. Beri'tikaf di Tenda Masjid

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْتَكَفَ فِي قُبَّةٍ تُرْكِيَّةٍ عَلَى سُدَّتِهَا قِطْعَةُ حَصِيرٍ قَالَ فَأَخَذَ الْحَصِيرَ بِيَدِهِ فَنَحَّاهَا فِي نَاحِيَةِ الْقُبَّةِ ثُمَّ أَطْلَعَ رَأْسَهُ فَكَلَّمَ النَّاسَ


. Dari Abu Sa'id Al Khudri: "Bahwa Rasulullah SAW pernah beri'tikaf di kubah turkiyah, diatas singgasananya terdapat sebuah tikar, perawi berkata, 'Lalu beliau mengambil tikar dengan tangannya dan menyingkirkannya dari arah kubah, kemudian beliau melongokkan kepalanya dan berbicara kepada orang-orang'." Shahih: Muslim.

59. Orang yang I'tikaf Boleh Menjenguk Orang Sakit dan Mengantarkan Jenazah

عَائِشَةَ قَالَتْ إِنْ كُنْتُ لَأَدْخُلُ الْبَيْتَ لِلْحَاجَةِ وَالْمَرِيضُ فِيهِ فَمَا أَسْأَلُ عَنْهُ إِلَّا وَأَنَا مَارَّةٌ قَالَتْ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْخُلُ الْبَيْتَ إِلَّا لِحَاجَةٍ إِذَا كَانُوا مُعْتَكِفِينَ


. Dari Aisyah, dia berkata, "Jika aku harus masuk masjid untuk satu kebutuhan —dan ada orang sakit di dalamnya— aku tidak bertanya tentangnya kecuali aku memang sedang lewat, Aisyah berkata, adalah Rasulullah SAW tidak masuk rumah kecuali untuk satu keperluan jika mereka sedang I'tikaf." Shahih: Al Irwa (974&978), At-Ta'liq 'Ala Ibni Khuzaimah (2230), Shahih Abi Daud (2131). Muslim. Bukhari juga meriwayatkan yang dinilai marfu'.

60. Membasuh Kepalanya dan Menyisir Rambutnya

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُدْنِي إِلَيَّ رَأْسَهُ وَهُوَ مُجَاوِرٌ فَأَغْسِلُهُ وَأُرَجِّلُهُ وَأَنَا فِي حُجْرَتِي وَأَنَا حَائِضٌ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ


. Dari Aisyah, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah mendekatkan kapalanya kepadaku ketika beliau sedang I'tikaf, lalu aku membasuh kepala beliau dan menyisiri rambutnya, sementara aku berada di kamarku, aku pun sedang haid dan beliau berada di masjid." Shahih: Hadits ini sudali disebutkan berulang (638).

61. Orang yang Beri'tikaf Dikunjungi Keluarganya di Masjid

عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيٍّ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا جَاءَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزُورُهُ وَهُوَ مُعْتَكِفٌ فِي الْمَسْجِدِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَتَحَدَّثَتْ عِنْدَهُ سَاعَةً مِنْ الْعِشَاءِ ثُمَّ قَامَتْ تَنْقَلِبُ فَقَامَ مَعَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْلِبُهَا حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ بَابَ الْمَسْجِدِ الَّذِي كَانَ عِنْدَ مَسْكَنِ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرَّ بِهِمَا رَجُلَانِ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ نَفَذَا فَقَالَ لَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ قَالَا سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَبُرَ عَلَيْهِمَا ذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَيْئًا


. Dari Shafiyah binti Huyay, istri Nabi SAW: "Bahwasanya dia datang kepada Rasulullah SAW untuk mengunjunginya, sementara beliau sedang beri'tikaf di masjid pada sepuluh akhir bulan Ramadhan, dia pun berbicara sesaat pada waktu isya, kemudian dia pun berdiri dan pulang, Rasulullah SAW pun berdiri mengantarkannya, hingga ketika Shafiyah sampai di pintu masjid yang dekat dengan tempat tinggal Ummu Salamah, Istri Nabi SAW, lalu ada dua lelaki dari kalangan Anshar meliwati keduanya, kedua lelaki itu memberi salam kepada Rasulullah SAW kemudian keduanya berjalan (pergi), lalu Rasulullah berkata kepada keduanya, 'Tetaplah di tempat kalian berdua, sesugguhnya wanita itu adalah Shafiyah binti Huyay' kedua lelaki itu berkata, 'Maha suci Allah wahai Rasulullah, —beliau menganggap masalah ini serius— Rasulullah SAW pun bersabda, 'Sesungguhnya syetan itu mengalir pada aliran darah manusia, aku takut ia membersitkan sesuatu (yang buruk) dalam hati kalian'. " Shahih: Shahih Abu Daud (2133-2134). Muttafaq 'Alaih.

62. I'tikaf Wanita yang Beristihadhah

قَالَتْ عَائِشَةُ اعْتَكَفَتْ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْرَأَةٌ مِنْ نِسَائِهِ فَكَانَتْ تَرَى الْحُمْرَةَ وَالصُّفْرَةَ فَرُبَّمَا وَضَعَتْ تَحْتَهَا الطَّسْتَ


. Dari Aisyah, dia berkata, "Salah seorang istri Nabi SAW pernah beri'tikaf bersama beliau, lalu ia pun melihat warna merah ke kuning-kuningan, barangkali ia meletakkan sebuah wadah (bejana) besar di bawahnya." Shahih: Shahih Abi Daud (2138). Bukhari.
Share:

Tiket Pesawat Murah

Tiket Pesawat Murah
Klik Gambar Cari Tiket

TIKET KERETA API MURAH

TIKET KERETA API MURAH
Klik Gambar Untuk Cari Tiket

CARI HOTEL MURAH

CARI HOTEL MURAH
klik Gambar Untuk Cari Hotel

BUS TRAVEL

BUS TRAVEL
Klik Gambar Untuk Cari Bus Travel

Rent Car dan Penjeputan Bandara

Rent Car dan Penjeputan Bandara
Klik Gambar Untuk Mencari

PAKET UMROH

PAKET UMROH
Klik Gambar Umroh Untuk Info Detail

Popular Posts

Hot News

Hadist Tentang Ibadah Udhiyah

عن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال، قال رسول اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : من كان له سِعَةٌ ولم يُضَحِّ فلا يَشهدْ مصلَّانا ...

Recent Posts